Ini Penjelasan KPPN Tual Terkait Dana APBN

Tual, MalukuPost.com –  Terkait dana APBN yang dikelola sampai tanggal 31 Juli 2022 dari realisasi belanja pemerintah pusat serta transfer ke daerah dan dana desa yang disalurkan melalui KPPN Tual mencapai Rp777,61 miliar atau 39,67% dari total pagu DIPA tahun anggaran 2022.

Dalam pres rilisnya yang diterima media ini di Tual, Rabu (24/8/2022), Royikan mengungkapkan, yang dikelola KPPN Tual sebesar Rp1.960,16 miliar atau meningkat 1,17% dibandingkan periode yang sama tahun 2021 yang sebesar 38,5%.

Apabila dibandingkan dengan realisasi pada periode Juni, belanja negara telah meningkat sebesar 7,69%. Dari sektor belanja pemerintah pusat, Satker lingkup KPPN Tual telah merealisasikan Rp510,42 miliar atau 42,33%.

Untuk sektor transfer ke daerah dan dana desa (TKDD), telah disalurkan transfer ke daerah sebesar Rp151,48 miliar atau naik 13,46% (yoy).

Tak hanya itu, transfer dana desa oleh KPPN Tual juga telah mencapai Rp115,71 miliar atau naik 8,62% (yoy), meski belum sesuai dari harapan.

KPPN Tual terus mendorong percepatan realisasi TKDD dari tiga pemerintah daerah yang ada di wilayahnya.

Secara rinci, lanjut Royikan, kenaikan belanja negara ditopang oleh realisasi transfer ke daerah dari Dana Perimbangan yaitu Dana Alokasi Khusus Fisik (DAK Fisik) yang ditransfer oleh KPPN sebesar Rp59,86 miliar atau 14,4% dari total pagu DAK Fisik.

Sehingga kenaikan belanja juga didominasi oleh belanja pemerintah pusat pada belanja pegawai yang naik sebesar 12,45% atau sebesar Rp32,64 miliar.

Pada tahun 2022 juga menjadi tahun yang menantang KPPN maupun Pemda, dimana penyaluran DAK Non Fisik yang berupa dana bantuan operasional sekolah (BOS) dan dana bantuan operasional penyelenggaraan (BOP) dialihkan penyalurannya dari KPPN Ambon ke KPPN Tual.

Total pagu DAK Non Fisik sebesar Rp80,16 miliar, KPPN Tual telah menyalurkan sebesar Rp49,56 atau 61,83%. Penyaluran ini juga menjadi salah satu sektor yang memiliki kontribusi kenaikan paling tinggi dari periode bulan Juni ke Juli 2022 yaitu sebesar 9,36%.

”Tak hanya belanja yang naik cukup signifikan pada periode Juli 2022, pendapatan negara juga mengalami kenaikan,” ujarnya.

Realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berada di wilayah KPPN Tual telah mencapai Rp15,98 miliar atau sebesar 122,51% dari target yang ditetapkan. Pendapatan itu naik sebesar 50,48% (yoy) dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Royikan mengharapkan seluruh satuan kerja dan Pemerintah daerah dapat mengajukan penyaluran dananya ke KPPN Tual sesuai dengan target dan ketentuan yang berlaku.

”Tidak mengulur waktu hingga batas waktu terakhir, dan tidak menumpuk pengajuan di akhir tahun,” tandasnya.

Penyaluran dana APBN yang lebih cepat akan berdampak cepat pula dalam mempengaruhi tumbuhnya kesempatan kerja, tumbuhnya kesejahteraan masyarakat, dan tumbuhnya ekonomi daerah.

Pos terkait