Dari Miniatur Rumah Ibadah Hingga Pesparani Katolik, Kota Tual Hadirkan Persaudaraan Sejati

Laporan-Geraldo Leisubun

Tual – Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik IV Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2022 di Kota Tual resmi digelar.

Opening ceremony (upacara pembukaan) dipusatkan di Lapangan Lodar El Kota Tual, Sabtu (25/9/2022) malam, setelah sebelumnya diawali dengan perayaan Ekaristi Kudus yang menjadi tradisi dalam Liturgi Gereja Katolik untuk mengawali kegiatan Pesparani baik tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional maupun internasional.

Gempita dan kemeriahan upacara pembukaan tersebut dirasakan ribuan pasang mata yang menyaksikan langsung.

Senandung lagu rohani khas Gereja Katolik yang dilantunkan dengan sempurna oleh seorang biduan Muslim Kota Tual, sungguh menggugah jiwa ribuan pasang mata di setiap penjuru lokasi arena utama.

Didukung dengan musik orkestra, biduan Muslim Kota Tual yang diketahui bernama Farida Renhoran tersebut sukses melantunkan lagu Ave Maria dengan sempurna dihadapan Gubernur Maluku, Uskup Diosis Amboina, Kepala daerah dari 11 kabupaten/kota, biarawan dan biarawati, seluruh kontingen serta umat Katolik yang hadir saat itu.

Penampilan tarian kolosal dari generasi milenial Kota Tual yang menampilkan koreografi tentang asal mula kehidupan masyarakat Kei sebelum dan sesudah lahirnya Hukum Adat Larwul Ngabal.

Generasi emas Kota Tual yang menampilkan tarian koreo tersebut didominasi oleh anak-anak Islam, Protestan dan Katolik.

Parade tiap-tiap kontingen Pesparani, sebagian besar dipimpin oleh Kepala Daerah yang beragama Islam.

Tidak sampai disitu saja, selaku tuan rumah, susunan kepengurusan Panitia Pesparani Katolik IV Provinsi Maluku di Kota Tual didominasi oleh umat Islam, dibawah komando Ketua Panitia Sekretaris Daerah setempat, A. Yani Renuat.

Dominasi warga Kota Tual yang mayoritas umat Islam dalam seluruh rangkaian kegiatan Pesparani Katolik tingkat Provinsi Maluku Tahun 2022 tersebut menunjukan bahwa semangat kekeluargaan dan keharmonisan masyarakat Kei adalah yang paling utama.

Wali Kota Tual Adam Rahayaan dalam sambutannya malam itu menegaskan, keterlibatan umat Muslim yang mendominasi sebagai Panitia Pesparani IV Tingkat Provinsi Maluku di Kota Tual sebagai wujud menyukseskan Pesparani di kota yang bertajuk Bumi Maren tersebut .

”Saya mau sampaikan bahwa Pesparani bukan hanya milik umat Katolik saja, tetapi juga menjadi milik semua umat beragama di daerah inl, sebagaimana para pendukung acara tidak berasal hanya dari Katolik dan Protestan saja akan tetapi keterlibatan umat Muslim mendominasi susun Panitia dan pendukung acara ini,” kata Wali Kota Rahayaan.

Untuk mewujudkan toleransi umat beragama di Tual, panitia juga menempatkan peserta Pesparani di rumah warga Protestan dan Muslim untuk menampung Kontingen Pesparani.

“ini menunjukkan rasa persaudaraan yang tinggi dan menjadi bukti bahwa Kota Tual dinilai sebagai salah satu Kota Toleransi Terbaik di Indonesia sehingga kami abadikan dengan 3 (tiga) miniatur rumah Ibadah yang terletak pada lokasi arena utama pelaksanaan Pesparani ini,” tegas Wali Kota Rahayaan.

Senada dengan Walikota Adam Rahayaan, Wakil Walikota Tual Usman Tamnge menekankan bahwa Pelaksanaan Pesparani Katolik IV Provinsi Maluku di Kota Tual meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Kota Tual.

Pasalnya, momen tersebut menegaskan kembali komitmen hidup orang bersaudara tampak terlihat pada sambutan hangat warga Muslim dan Protestan begitu tulus menyediakan rumah dan pelayanannya kepada kontingen dari luar daerah yang beragama Katolik.

Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Tual Usman Tamnge dalam sambutannya pada acara Clossing Ceremony (upacara penutupan) Pesparani Katolik IV tingkat Provinsi Maluku di lapangan Lodar El Kota Tual, Kamis (29/9/2022).

Wakil Walikota Tual menyatakan, dengan ketulusan inilah pihaknya sungguh yakni, pelaksanaan Pesparani Katolik IV ini mendatangkan berkat kepada Kota Tual.

“Berkat yang dimaksudkan karena siang tadi Wali Kota Tual menghadiri rapat bersama dengan Presiden RI di Istana Negara, karena Kota Tual ditetapkan sebagai salah satu kota di Indinesia yang berhasil menekan inflasi daerah sehingga mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat dalam bentuk Dana Insentif Daerah (DID). Kami yakni sungguh bahwa berkat ini tidak terlepas dari dukungan doa dari seluruh kontingen yang hadir di Kota Tual,” ungkap Usman Tamnge.

Usman Tamnge menegaskan, pelaksanaan Pesparani Katolik bukanlah ajang persaingan melainkan ajang peningkatan mutu iman dan peningkatan kualitas kerohanian. Sebagai sebuah ajang, maka hasil akhir dari kegiatan ini harus mendatangkan kegembiraan dan persaudaraan.

“Dalam sebuah nyanyian ada masing-masing perbedaan nada, namun menjadi indah dalam harmonisasi. Kita harus bersatu dalam perbedaan. Kebersamaan menjadi inti utama dalam kegiatan ini, bukan hanya sekedar juara,” tuturnya.

Sebagai tuan rumah pihaknya menyadari sungguh bahwa sejak kedatangan hingga acara penutupan ini, ada terdapat kekurangan-kekurangan dalam pelayanan.

“Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Kota Tual kami mohon kiranya dimaaafkan. Semoga persahabatan dan persaudaraan sejati terus terjalin diantara kita semua,” tandas Usman Tamnge.

Terima kasih Pemerintah dan Masyarakat Kota Tual yang telah menunjukkan arti Persaudaraan Sejati..!!

Pos terkait