
Kepada media ini di Tual, Kamis (6/10/2022), Heatubun mengatakan, festival tersebut digelar dengan sorotan tema, Alam dan Budaya Lestari Parawisata Tumbuh.
“Dengan tema ini kita mulai mengerahkan keindahan alam dan melestarikan budaya untuk memajukan parawisata kita di Tual,” ujarnya.
Heatubun menjelaskan, dalam pelaksanaan festival dimaksud Dinas Pariwisata Tual melibatkan tiga desa wisata antara lain, Desa Tual, Desa Taar dan Desa Lebetawi yang ikut berpartisipasi festival budaya itu.
”Untuk tahun ini, kita kerja sama dengan tiga desa yang ikut partisipasi untuk ikut mengerahkan wisata-wisata yang ada desa-desa mereka,” bebernya.
Acara festival direncanakan dibuka pada tanggal 14 di Desa Tual melalui lomba Hadrat.
Sedangkan Desa Lebetawi dilaksanakan lomba Tanam Rumput Laut dan sejumlah lomba lain. Untuk Desa Taar kata dia, akan laksanakan Lomba Goyang Samandar dan lomba lainnya.
Untuk menyukseskan festival Maren ini, Kepala Dinas Pariwisata Tual itu menghimbau kepada masyarakat agar mari kita sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban yang di Daerah ini.
Menurutnya, kesuksesan sebuah kegiatan kalau masyarakat didukung oleh keamanan makan pasti pelaksanaan kegiatan itu mendapatkan penarikan sendiri oleh wisatawan untuk datang di daerah ini.
”Saya percaya, masyarakat Kota Tual pasti menjaga keamanan di daerah ini, contohnya dalam pelaksanaan Pesparani kemarin keamanan terjaga,” ucapnya.


