
Kegiatan tersebut dihadiri oleh, Ketua DPRD Kota Tuat Hasan Syarifudin Borut, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Kota Tual, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Kepala Sekolah SMA/SMK/MA se-Kota Tual.
Hadir pula pimpinan Perguruan Tinggi Pimpinan, BUMD/BUMN, dan komunitas-komunitas progressive masyarakat diantaranya, Komunitas Trash Hero Kepulauan Kei, Komunitas Wandan Culture, Komunitasam Hafidz, Komunitas Kei Cerdas, Ikatan Pegiat Literasi Kepulauan Kei, Perpustakaan Bapele, Komunitas Anak Teater Namser, Komunitas Tahuri, Komunitas Caras Mob,Komunitas Dian Art, Komunitas Kaki Bajalang, dan Komunitas Evav Green serta Kelompok-kelompok sadar wisata Kota Tua.
Workshop dipandu langsung oleh kepala Bappeda setempat Fahry Rahayaan dan hadir sebagai narasumber Ketua DPRD Kota Tual, Hasan Syarifudin Borut dan Hari Kusdaryanto dari Citiasia Center for Smart Nation yang sudah 20 tahun berpengalaman mengelola program pendampingan teknis, pelatihan,dan pendampingan kementerian, pemerintah daerah, serta lembaga pembangunan internasional untuk Smart City, reformasi perbaikan tata kelola ekonomi/iklim investasi daerah.
Rahayaan memaparkan singkat tentang rencana Smart City Branding Kota Tual spiritual Maren, bahwa Spiritual Maren adalah Semangat Kolaborasi Pembangunan di Kota Tual yang toleran dan menjunjung tinggi nilai keagamaan dan nilai adat istiadat, bahwa konsep warna merah jingga yang mewakilli semangat warga dan aparat kota sedangkan warna biru yang mewakili 98,6% laut yang dimiliki Kota Tual Kepulauan, konsep warna yang diusung mewakili Kota Tual dan warganya. Begitupun semangat pembangunan yang akan dijabarkan dalam Smart City Branding Kota Tual.
Dalam paparannya yang diberi judul, Menuju Daerah Kolaboratif, Berdaya Saing dan Sejahtera melalui Strategi Ciy Branding, ahli Smart City: Hari Kusdaryanto menjelaskan bahwa Smart City adalah Kota yang mampu mengelola berbagai sumber dayanya yakni SDA, SDM, dan Anggarannya secara efektif dan efisien untuk menyelesaikan tantangan.


