FTBI Maluku 2022 Jadikan Revitalisasi Bahasa Daerah Bagi Generasi Muda

Ambon, MalukuPost.com – Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) yang merupakan bagian dari implementasi kebijakan Merdeka Belajar Episode-17 : Revitalisasi Bahasa Daerah menjadi bukti nyata langkah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam menggalakkan pelestarian bahasa daerah khususnya di kalangan generasi muda.

Kegiatan FTBI ini berlangsung di Tribun Lapangan Merdeka Ambon, Sabtu (03/12/2022).

Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra (Pusbanglin) Badan Bahasa Kemendikbudristek, Imam Budi Utomo mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian dari revitalisasi bahasa daerah di 13 provinsi dengan sasaran 38 bahasa daerah, termasuk bahasa daerah Maluku

Oleh karena itu, semakin banyak bahasa daerah yang diselamatkan maka semakin beragam pula pola pikir yang diselamatkan,”ujarnya.

“Para peserta yang merupakan tunas muda diharapkan dapat mengapresiasi bahasa daerah. Cara memuliakan bahasa daerah adalah dengan menggunakannya dalam setiap kemungkingan,”tutur Imam.

Imam menambahkan, pemerintah telah berupaya untuk merevitalisasi bahasa daerah dengan melatih guru utama (training of trainers) dari guru-guru bahasa daerah.

Setelah itu, dari pengimbasan akan dilakukan guru kepada para siswa di SD dan SMP. Dan para siswa dapat memilih materi sesuai dengan minatnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku Syahril, S,S menyampaikan dukungan atas upaya Kemendikbudristek dalam melestarikan bahasa daerah.

“Melalui FTBI dapat dihasilkan tunas-tunas muda bahasa ibu berasal dari generasi muda,”ungkapnya.

Kegiatan FTBI yang diselenggarakan di Kota tanggal 03 Desember 2022 ini bertujuan untuk melakukan pelestarian bahasa daerah melalui pewarisan bahasa ibu kepada tunas-tunas atau generasi muda.

Lanjut Syahril, Kantor Bahasa yang merupakan perpanjangan tangan dari Badan Bahasa menetapkan tiga bahasa daerah yang akan direvitalisasi melalui kegiatan FTBI, yaitu bahasa Buru di Kabupaten Buru, bahasa Kei di Maluku Tenggara dan Bahasa Yamde di Tanimbar.

“Tujuannya agar bahasa daerah tetap hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat,”ujarnya seraya menyampaikan rasa prihatin terhadap bahasa-bahasa daerah di Provinsi Maluku yang berada pada kondisi kritis.

Kegiatan FTBI tahun ini di Maluku melibatkan
guru utama yang dilatih pada saat TOT oleh guru master di tiga kabupaten adalah sebanyak 253 orang. Adapun perinciannya adalah Kabupaten Buru ada 111 orang, Kabupaten Maluku Tenggara ada 80 orang, dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar ada 62 orang.

Syahril menambahkan, FTBI diselenggarakan dalam rangka revitalisasi bahasa daerah, yang dimana telah diluncurkan oleh Kemendikbudristek, khususnya bahasa daerah Maluku.

Festival Tunas Bahasa Ibu yang dilakukan pada tingkat kabupaten merupakan sarana atau ajang menampilkan hasil revitalisasi, berupa enam mata lomba. Adapun enam mata lomba tersebut adalah Menulis dan Membaca Puisi, Mendongeng, Menyanyi, Lawakan Tunggal/Stand Up Comedy, Menulis Cerpen, dan Berpidato.

Pos terkait