Gubernur Maluku Perkuat Lobi Nasional, Dorong Transportasi, Wujudkan Swasembada Pangan

Jakarta, MalukuPost – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa terus memperkuat langkahnya memperjuangkan pembangunan Maluku di tingkat nasional. Senin (7/7/2025), Lewerissa kembali melakukan lobi ke sejumlah kementerian di Jakarta, membawa aspirasi masyarakat Maluku yang membutuhkan akses lebih baik di bidang transportasi, pertanian, dan pariwisata.

Dalam sehari, Gubernur HL bertemu Menteri Perhubungan Dudi Purwagandhi serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. Keduanya ditemui dalam misi yang sama, yakni mempercepat pembangunan Maluku melalui sinergi pusat dan daerah.

Di Kementerian Perhubungan, Lewerissa didampingi pejabat eselon I Kemenhub membahas tiga program strategis, yaitu pengembangan Maluku Integrated Port sebagai pelabuhan terintegrasi, peningkatan transportasi antar pulau untuk mendukung konektivitas wilayah kepulauan, serta pengembangan Banda sebagai destinasi wisata unggulan nasional. “Transportasi adalah nadi kehidupan masyarakat kepulauan seperti Maluku. Kita butuh konektivitas yang kuat agar perekonomian lokal bergerak,” ujar HL.

Sementara saat bertemu Wamentan Sudaryono, Gubernur HL menyerahkan proposal kesiapan Maluku dalam mendukung swasembada pangan nasional 2025. Proposal tersebut berisi rencana perluasan lahan untuk padi dan jagung, pembangunan irigasi tersier, serta pengembangan komoditas unggulan seperti pala, cengkeh, kelapa, dan kakao.

Tak hanya itu, Lewerissa juga mengusulkan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) yang meliputi 90 traktor roda empat, 181 traktor roda dua, 75 raistrasplenter, 150 pompa air, 93 kultivator, 50 combine harvester besar, 22 dryer berkapasitas 10 ton sebanyak 22 unit, RMU kapasitas 6 ton sebanyak 20 unit, RMU kapasitas 3 ton 14 unit dan Cornsheller sebanyak 30 unit.

Wamentan Sudaryono yang juga Ketua Umum HKTI merespons positif proposal tersebut. Ia meminta Dinas Pertanian Maluku segera menyiapkan data Calon Petani Calon Lahan (CPCL) serta menyesuaikan permintaan Alsintan dengan kebutuhan riil di lapangan. “Saya juga dorong petani Maluku manfaatkan KUR untuk pengadaan Alsintan, supaya produksi bisa meningkat dan swasembada pangan tercapai,” tegasnya.

Terkait hilirisasi, Sudaryono menyebut Maluku berpotensi besar di sektor industri kelapa, kakao, dan mete. Ia berkomitmen memfasilitasi investasi industri pengolahan kelapa dalam di Maluku. “Kami akan bantu hadirkan investor agar kelapa Maluku tidak hanya dijual mentah, tapi juga diolah menjadi produk bernilai tinggi,” tandasnya.

Langkah-langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya Gubernur HL menyejajarkan Maluku dengan daerah lain di Indonesia. “Perjuangan ini belum selesai. Saya akan terus memastikan Maluku duduk sama rendah, berdiri sama tinggi dengan daerah lain di republik ini,” tegasnya.

Dengan pendekatan komunikasi yang intens dan kolaboratif, Gubernur HL membuktikan bahwa perjuangan untuk Maluku tidak hanya di atas meja birokrasi, tapi bergerak nyata menenun harapan masyarakat kepulauan.

Pos terkait