AMBON, MalukuPost.com – Pemerintah Provinsi Maluku memastikan kesiapan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) tahun 2026 yang akan digelar pada 2-3 Juni 2026 di Hotel Santika, Ambon.
FGD tingkat nasional tersebut akan diawali dengan welcome party pada 2 Juni, sementara agenda substansi utama dilaksanakan pada 3 Juni 2026 dengan menghadirkan delegasi dari 38 provinsi di Indonesia.
Juru Bicara Pemerintah Provinsi Maluku, Kasrul Selang, mengatakan seluruh panitia telah menyelesaikan tugas-tugas persiapan pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Pada 29 Mei 2026, panitia FGD telah menyelesaikan seluruh tugas persiapan kegiatan APPSI. Kita siap menjadi tuan rumah pelaksanaan FGD tingkat nasional ini,” kata Kasrul Selang di Ambon, Jumat (29/5/2026).
FGD APPSI kali ini mengangkat tema “Memperkuat Ekosistem Orens Ekonomi” dengan sub tema “Integrasi Sektor Pertanian, Maritim, dan Ekonomi Kreatif sebagai Pilar Pertumbuhan Ekonomi Regional”.
Menurut Kasrul, kegiatan tersebut direncanakan dihadiri Ketua APPSI yang juga Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, bersama Ketua Tim Pakar APPSI Prof. Dr. M. Ryaas Rasyid, M.A., Ph.D, serta sejumlah delegasi dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain itu, kepala dinas terkait dari 38 provinsi yang membidangi sektor kelautan, perikanan, pertanian dan ekonomi kreatif juga dijadwalkan hadir dalam forum tersebut.
Pada sesi materi, Sekretaris Daerah Maluku, Sadali Ie, akan membawakan paparan bertajuk “Strategi Pemerintah Daerah Dalam Mengintegrasikan Potensi Pertanian dan Kemaritiman Menuju Ekonomi Kreatif yang Inklusif”.
Sementara Akademisi Universitas Pattimura, Prof. Dr. Ir. La Ega, M.Si, akan mempresentasikan materi mengenai “Peran Riset dan Teknologi Pangan dalam Menciptakan Nilai Tambah Produk Lokal Berbasis Orens Ekonomi”.
Kasrul menjelaskan, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, memberikan perhatian serius terhadap pelaksanaan FGD APPSI 2026 dan menekankan dua target utama yang harus dicapai panitia.
“Arahan Bapak Gubernur sangat jelas, yakni sukses penyelenggaraan dan sukses substansi. Artinya, pelaksanaan kegiatan harus berjalan baik sekaligus menghasilkan gagasan dan rekomendasi strategis bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Menurutnya, melalui forum tersebut, Maluku ingin menghadirkan gagasan besar mengenai bagaimana sektor maritim dan pertanian dapat menjadi penggerak ekonomi kreatif di daerah kepulauan.
“Dari Ambon, Provinsi Maluku, APPSI akan mengusulkan bagaimana sektor maritim dan pertanian mampu mendongkrak ekonomi kreatif. Kita berharap ada sumbangsih pemikiran dari Ambon untuk kementerian dan lembaga terkait,” kata Kasrul.
Ia menambahkan, untuk mendukung kenyamanan seluruh peserta, panitia juga telah menyiapkan Liaison Officer (LO) bagi masing-masing delegasi dari 38 provinsi.
“Setiap peserta akan didampingi LO yang bertugas memberikan pelayanan, fasilitas dan kemudahan selama kegiatan berlangsung. Kita ingin memberikan kesan terbaik kepada seluruh peserta yang datang ke Ambon,” tutupnya.


