Ambon, MalukuPost.com – Bank Maluku Malut selama ini memegang peran penting sebagai bank pembangunan daerah yang dipercaya mengelola berbagai layanan keuangan bagi masyarakat serta mendukung pembangunan di Provinsi Maluku dan Maluku Utara.
Sebagai lembaga yang mengemban kepercayaan publik, setiap kebijakan maupun tindakan yang terjadi di lingkungan internal bank tidak lepas dari perhatian masyarakat.
Kepercayaan itu kini diuji setelah nama Direktur Utama Bank Maluku Malut, Syahrisal Imbar, dikaitkan dengan dugaan kasus pelecehan yang disebut terjadi di lingkungan internal perusahaan.
Sekedar tahu, Syahrisal Imbar merupakan pensiunan PT Bank Mandiri (Tbk) Makassar, Sulawesi Selatan. Diangkat pada tahun 2021 oleh mantan Gubernur Maluku, Murad Ismail, dan masih dipercayakan sampai hari ini dalam pemerintahan Hendrik Lewerissa.
Informasi dugaan pemecahan tersebut mulai beredar dari kalangan internal sejak tahun 2025, sebelum akhirnya menjadi pembicaraan di ruang publik. Hal ini tidak terlepas dari posisi Bank Maluku Malut sebagai salah satu badan usaha milik daerah yang dituntut menerapkan tata kelola perusahaan yang baik serta menjamin terciptanya lingkungan kerja yang profesional dan aman bagi seluruh pegawai.
Informasi dugaan pelecahan oleh Dirut Bank Maluku Malut dengan karyawan internal diterima MalukuPost.com, Selasa (14/7/2026). Mencuatnya isu ini menjadi perhatian publik karena menyangkut institusi yang selama ini menjadi salah satu pilar sektor keuangan daerah.
Di tengah berkembangnya berbagai informasi, publik Maluku menantikan kejelasan Bank Maluku Malut mengenai duduk persoalan yang sebenarnya.


