Korban Diduga Lebih dari Satu, Dugaan Pelecehan yang Menyeret Dirut Bank Maluku Malut Kian Menghebohkan

AMBON, MalukuPost.com – Dugaan pelecehan yang menyeret nama Direktur Utama Bank Maluku Malut, Syahrisal Imbar, terus bergulir.

Informasi terbaru yang diperoleh dari sumber internal, Rabu (15/7/2026), menyebutkan, pihak yang diduga menjadi korban bukan hanya satu orang, melainkan lebih dari satu karyawan.

Sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan informasi mengenai dugaan adanya lebih dari satu korban telah lama beredar di lingkungan internal Bank Maluku Malut.

Namun ia memilih untuk menjaga identitas para korban. Kerahasiaan identitas itu dilakukan untuk melindungi privasi dan keamanan para pihak yang diduga menjadi korban, sekaligus menghindari dampak yang dapat timbul selama persoalan tersebut belum memperoleh kejelasan.

Informasi mengenai dugaan korban lebih dari satu orang semakin menambah perhatian terhadap kasus yang menyeret orang nomor satu di Bank Maluku Malut itu.

Diberitakan sebelumnya, Bank Maluku Malut selama ini memegang peran penting sebagai bank pembangunan daerah yang dipercaya mengelola berbagai layanan keuangan bagi masyarakat serta mendukung pembangunan di Provinsi Maluku dan Maluku Utara.

Sebagai lembaga yang mengemban kepercayaan publik, setiap kebijakan maupun tindakan yang terjadi di lingkungan internal bank tidak lepas dari perhatian masyarakat.

Kepercayaan itu kini diuji setelah nama Direktur Utama Bank Maluku Malut, Syahrisal Imbar, dikaitkan dengan dugaan kasus pelecehan yang disebut terjadi di lingkungan internal perusahaan.

Sekedar tahu, Syahrisal Imbar merupakan pensiunan PT Bank Mandiri (Tbk) Makassar, Sulawesi Selatan. Diangkat pada tahun 2021 oleh mantan Gubernur Maluku, Murad Ismail, dan masih dipercayakan sampai hari ini dalam pemerintahan Hendrik Lewerissa.

Informasi dugaan pemecahan tersebut mulai beredar dari kalangan internal sejak tahun 2025, sebelum akhirnya menjadi pembicaraan di ruang publik. Hal ini tidak terlepas dari posisi Bank Maluku Malut sebagai salah satu badan usaha milik daerah yang dituntut menerapkan tata kelola perusahaan yang baik serta menjamin terciptanya lingkungan kerja yang profesional dan aman bagi seluruh pegawai.

Informasi dugaan pelecahan oleh Dirut Bank Maluku Malut dengan karyawan internal diterima MalukuPost.com, Selasa (14/7/2026). Mencuatnya isu ini menjadi perhatian publik karena menyangkut institusi yang selama ini menjadi salah satu pilar sektor keuangan daerah.

Dugaan pelecehan yang menyeret nama Direktur Utama Bank Maluku Malut, Syahrisal Imbar menjadi perhatian publik. Sebagai bank pembangunan daerah yang mengemban kepercayaan masyarakat, mencuatnya isu tersebut dinilai berpotensi memengaruhi citra dan kepercayaan terhadap institusi.

Hingga kini, publik masih menantikan penjelasan resmi dari pihak Bank Maluku Malut terkait duduk persoalan yang sebenarnya.

Pos terkait