HALMAHERA BARAT – Proyek Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mendukung Sekolah Rakyat di Desa Rioeibati, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, mulai menuai sorotan. Pasalnya, sejumlah pekerja mengaku belum menerima upah meski telah bekerja hampir dua bulan.
Keluhan tersebut disampaikan salah seorang pekerja yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Ia mengaku hingga kini bersama rekan-rekannya belum menerima pembayaran upah dari pekerjaan yang telah mereka laksanakan.
“Sudah hampir dua bulan kami bekerja, tetapi sampai sekarang gaji belum dibayarkan,” ungkap sumber, Rabu (15/7).
Menurutnya, proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai sekitar Rp11,8 miliar itu dikerjakan oleh CV Kekar Rimbun Buana, sementara pengawasan dilakukan PT Bunaken Jaya sebagai konsultan supervisi.
Ia menjelaskan, setiap kali pekerja mempertanyakan pembayaran upah, pihak perusahaan menyampaikan alasan bahwa proses administrasi, khususnya laporan pekerjaan, masih menjadi kendala pencairan.
“Perusahaan selalu bilang masih menunggu karena terkait laporan. Padahal, yang kami tahu laporan itu sudah dimasukkan,” katanya.
Bahkan, lanjut dia, pihak perusahaan menyampaikan bahwa dokumen pekerjaan telah diserahkan kepada Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Maluku Utara. Namun hingga kini para pekerja mengaku belum memperoleh kepastian mengenai waktu pembayaran hak mereka.
“Jawabannya hanya diminta bersabar. Katanya pasti dibayar, tetapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” ujarnya.
Kondisi tersebut, menurutnya, mulai membebani para pekerja yang menggantungkan kebutuhan hidup sehari-hari dari upah pekerjaan tersebut. Mereka berharap perusahaan segera menyelesaikan persoalan pembayaran sehingga hak para tenaga kerja dapat dipenuhi.
Para pekerja juga meminta pihak-pihak terkait memberikan penjelasan mengenai penyebab keterlambatan pembayaran, agar tidak menimbulkan ketidakpastian bagi tenaga kerja yang telah menyelesaikan pekerjaannya.
Proyek SPAM tersebut merupakan salah satu pembangunan infrastruktur untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat di Kabupaten Halmahera Barat.


