Ambon, MalukuPost.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Ambon, berkolaborasi dengan DPW PKS Provinsi Maluku, memberi bantuan sembako kepada para korban kebakaran di Lorong Tahu Mardika, Kelurahan Rijali, Ambon, Rabu, (14/12/2022).
Ada sebanyak 200 macam bantuan yang disalurkan, antara lain beras, mie instan, dan telur.
Tak hanya itu saja, pakaian seragam kepada para siswa SD, SMP dan SMA, bahkan handuk, serta selimut yang merupakan kebutuhan sehari-hari juga diberikan.
“Pakaian seragam kami bagikan langsung kepada anak yang telah didata sebelumnya, sehingga pakaian mereka sesuai dengan ukuran yang mereka perlukan. Adapun selimut dan handuk kami berikan, mengingat saat ini mereka tinggal di tenda, apalagi di malam hari pasti anak-anak merasa kedinginan,” ungkap Ketua DPD PKS Kota Ambon, Yusuf Wally.
Diharapkan, bantuan tersebut dapat berguna serta membantu mengurangi kesulitan masyarakat yang menjadi korban kebakaran.
“Sedikit atau banyak bantuan ini, semoga bisa membantu meringankan penderitaan mereka,” ujarnya.
Wakil rakyat yang dikenal murah senyum ini mengaku, sebelum menyalurkan bantuan, petugas dari DPD PKS Kota Ambon telah melakukan survei di lokasi kebakaran.
“Survei dilakukan untuk mencari tahu apa saja yang penting diperlukan masyarakat dapat terpenuhi, baik itu sembako, pakaian seragam, selimut dan handuk mandi,” ucapnya.
Disisi lain, terkait kebakaran yang terjadi, Wally menilai daerah Lorong Tahu Mardika merupakan daerah pemukiman yang cukup padat. Bahkan, di daerah tersebut juga banyak rumah yang terbuat dari kayu, yang tentunya mudah dilahap api.
“Akses jalan dilokasi tersebut juga hanya bisa lewat satu jalur, yaitu dari depan lorong tahu,” cetusnya.
Berdasarkan hasil pantauannya, saat ini arah jalur pasar Mardika dan Puskesmas Rijali ditutup karena termasuk area yang terbakar, dengan akses jalan dan ruang publik yang sangat tidak memadai atau sempit.
Adapun, warga yang rumahnya terbakar untuk sementara mengungsi di tiga lokasi tenda yang dibuat pemerintah dan kementrian.
“Besok kami akan melakukan aksi yang sama sesuai kebutuhan pengungsi seperti popok yang diperlukan anak bayi, serta seragam sekolah bagi siswa yang belum memperoleh bantuan pakaian seragam,” tandasnya.



