
Hal tersebut disampaikannya disela-sela kegiatan pembukan Gerakan Pangan Murah oleh Dinas Ketahanan Pangan setempat di Langgur, Senin (3/4/2023).
Menurut Bupati, belakangan ini terdapat beberapa kebutuhan pangan pokok yang sedang mengalami kenaikan harga.
Yang paling dikhawatirkan adalah kenaikan komoditi pangan yang berkontribusi dalam peningkatan inflasi daerah seperti beras, cabe dan ikan.
Untuk itu ASN, stakeholder dan organisasi kemasyarakatan maupun BUMN sebagai mitra kerja pemerintah diharapkan dapat membangun masyarakat, yang dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga, mampu berkontribusi besar untuk turut membangun ketahanan pangan masyarakat.
Pembangunan ketahanan pangan masyarakat dimaksud yakni melalui penyuluhan dan bimbingan pemanfaatan lahan pekarangan untuk ditanami sayur atau tanaman pangan produktif yang bernilai ekonomi tinggi serta peningkatan ketahanan pangan bagi keluarga.
Bupati Hanubun menegaskan, seluruh OPD agar turut membantu Dinas Ketahanan Pangan dalam mengkampanyekan Gerakan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman).
Gerakan dimaksud, lanjut Bupati, sebagai upaya peningkatan gizi keluarga dalam rangka menekan Stunting pada anak di Malra, sehingga terwjudnya generasi yang sehat dan cerdas.
Selain itu, dukungan dari TP-PKK di setiap kecamatan dan ohoi dalam memberdayakan peran perempuan untuk turut memberikan andil dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Saya sangat yakin, sinergi antara OPD, TP-PKK, organisasi kemasyarakatan, BUMN maupun pihak swasta lewat program dan kgiatan inovatif, kreatif dan bermanfaat, akan mempercepat kerja pembangunan,” tandas Bupati Hanubun.
Kegiatan dimaksud diharapkan dapat memberikan kepada berbagai berbagai pihak untuk turut menyelenggarakan kegiatan serupa di berbagai titik yang lebih mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat, khususnya peringaan Hari Besar Keagamaan Nasional.


