Langgur, MalukuPost.com – Usai mengambil formulir pendaftaran pada Jumat (19/4) lalu, bakal calon (balon) Bupati Maluku Tenggara (Malra) Esebius Utha Safsafubun (EUS) resmi mendaftar di DPC PDI Perjuangan setempat, Senin (30/4/2024).
Didepan awak media dan tim penjaringan, EUS menegaskan dirinya siap maju sebagai balon Bupati Periode 2024-2029 dalam kontestasi pilkada Malra.
“Hari ini, ketika mengembalikan dokumen formulir pendaftaran, berarti sudah hampir seratus persen saya menyatakan siap bertarung sebagai salah satu kandidat dalam kontestasi pilkada Malra,” ungkap EUS.
Olehnya itu, seluruh tahapan dan mekanisme tahapan pencalonan akan ditempuhnya.
“Seluruh mekanisme dan prosedur tahapan di PDIP akan saya tempuhi melalui proses yang sudah ditetapkan. Selain sebagai salah satu kandidat, saya juga adalah kader murni PDIP,” terang EUS.
Balon bupati yang akrab disapa Utha ini menjadi kader partai besutan Megawaty Soekarnoputri sejak tahun 1996 hingga saat ini.
Selain itu, ia juga tercatat pernah menjabat sebagai Ketua DPC PDIP setempat dan mantan Calon Bupati Malra Periode 2018-2023.
“Saya masuk di partai ini sejak tahun 1996 sebagai anggota biasa. Dan pada tahun 1997 saya ditetapkan oleh mantan Ketua DPC (almarhum S. Tapotubun dan almarhum Moses Savsavubun) menjadi ketua ranting Langgur. Dan selama itu saya berproses,” beber Utha.
Diketahui, awal mula Utha terjun dalam kancah politik saat dirinya terlibat dalam konferensi cabang (konfercab) yang menghasilkan Ketua DPC waktu itu P. V. Tapotubun, dimana dirinya masuk dalam kepengurusan.
Utha juga terpilih sebagai pengurus di zaman Ketua DPC Toni K Retraubun. Demikian pula saat partai ini dipimpin Godlief Rahantoknam.
“Saya juga pernah terpilih sebagai Ketua DPC PDIP. Hingga saat ini, saya masih ada dalam pengurus partai sebagai Wakil Ketua Bidang Kehormatan dibawah kepemimpinan Stepanus Layanan dan Levinus Warba masing-masing selaku Ketua dan Sekretaris DPC,” bebernya.
EUS Empat Periode Berturut-turut Di Parlemen
Sepak terjang pria asal ohoi (desa) Langgur ini bukan hanya di percaturan dunia politik semata.
Di parlemen juga Utha menunjukkan kedigdayaannya sebagai anggota DPRD setempat.
Tidak tanggung-tanggung, selama empat periode berturut-turut, ia menjadi penyambung suara rakyat Malra.
“Kalau di jabatan legislatif (2004-2009, 2009-2014, 2014-2019 dan 2019-2024). Jika dihitung berdasarkan periodesasi maka empat periode berturut-turut saya di DPRD Malra,” tandasnya.
Loyalitas sebagai kader partai PDIP benar-benar diwujudkannya, dimana selama menjadi aggota DPRD (empat periodesasi), ia hanya setia dalam satu partai yang namanya PDI Perjuangan.
“Saya teringat akan nasehat ibu Ketua Umum PDIP ibu Megawaty yakni anak-anakku, kalau mau maju jadi calon kepala daerah baik itu bupati, walikota atau gubernur, tolong usahakan masuk menjadi anggota DPRD setempat minimal satu periode,” ungkapnya.
Hal itu, lajut Utha, agar para kader yang maju sebagai calon kepala daerah mengetahui tentang kebijakan-kebijakan publik, pemerintahan, kebiajakn anggaran (minimal postur APBD itu anda kuasai), termasuk mengetahui fungsi-fungsi DPRD yakni pengawasan, legislasi dan anggaran.
“Seorang pemimpin (kepala daerah) harus mampu mengetahui penyelengaraan pemerintahan di daerah. Empat periode di parlemen tentunya saya yakin, yang terhormat ibu ketua umum punya referensi tentang kami. Untuk itu saya optimis,” tandas Utha.


