Maluku Tengah, Malukupost.com – Pemerintah Provinsi Maluku dan Jawa Timur dalam Misi Dagang dan Investasi di Hotel Natsepa, Rabu, 23 April 2025, telah mencatatkan nilai transaksi mencapai Rp 460.751.014.000.
Kesepakatan transaksi final Misi Dagang dan Investasi tersebut terdiri dari nilai beli sejumlah komoditi seperti udang, tuna, cumi-cumi, kayu logs, hasil hutan kayu bulat, kelapa bulat dan arang tempurung kelapa asalan yang mencapai Rp. 309.260.014.000.
Sedangkan nilai hasil jual komoditi Pemprov Jatim seperti produk hasil tembakau, DOC, pakan ternak, olahan unggas, benih tanaman pertanian, beras, telur ayam, produk makanan ringan, produk fashion, ayam dan bebek karkas mencapai Rp 151.491.000.000.
Dalam Misi Dagang dan Investasi 2025 ini juga, 40 pelaku usaha asal Jatim menjual produk hasil pertanian, peternakan, perkebunan, alat-alat pertukangan, rokok dan lainnya. Sedangkan 100 pelaku usaha asal Maluku menjual berbagai produk industri kecil dan menengah (IKM) maupun usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menyatakan pelaksanaan Misi Dagang dan Investasi ini membuka peluang besar untuk memperluas jejaring kerja sama ekonomi antar wilayah. Sebab, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mempertemukan para pelaku usaha dari kedua daerah, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan perdagangan domestik.
“Misi dagang adalah bukti bahwa pembangunan bukan soal siapa yang besar, tapi siapa yang mau berjalan bersama. Kami yakin ibu Gubernur memiliki frekuensi yang sama kita berjalan bersama membangun dan mensejahterakan masyarakat kita,” pungkas Gubernur.
Ditempat yang sama, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyatakan akan selalu membuka ruang jika ada kebijakan dan investasi dari Gubernur Maluku dan investor ke BUMD di Jatim. Mengingat BUMD Jatim tidak hanya bergerak di sektor pengolahan tetapi juga perudangan.
“Intinya adalah bagaimana kebersamaan ini bisa mempersatukan, ekonominya tersambung, budayanya tersambung, sosialnya tersambung, kerukunannya tersambung. Sedulurannya (Saudara) juga tersambung,” jelas Kofifah.
Sebagai informasi, acara pembukaan Misi Dagang dan Investasi dihadiri Ketua DPRD Jawa Timur, Wakil Gubernur Maluku, Sekretaris Daerah Maluku, Kapolda diwakili Dir-Krimsus, Asops Danlantamal IX, KPT diwakili Panitera, Ka Zona Timu diwakili Kabid Ops, Kajati diwakili Asisten tindak pidana Militer (Aspidmil), Kabasarnas diwakili Ksi Ops dan lainnya.


