Langgur, MalukuPost.com – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Pemkab Malra) resmi memulai pembangunan 46 unit rumah bagi warga terdampak konflik sosial, bencana alam, dan program rehabilitasi sosial, melalui peletakan batu pertama oleh Bupati Muhammad Thaher Hanubun, Minggu (22/6/2025) di Ohoi Weduar, Kecamatan Kei Besar Selatan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Malra, sejumlah pimpinan OPD, Camat Kei Besar Selatan, dan unsur masyarakat setempat.
Pembangunan yang dikoordinasikan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman ini mencakup 26 unit rumah untuk korban konflik sosial 1999, 8 unit rumah untuk korban bencana alam, 12 unit rumah dalam program rehabilitasi sosial.
Bupati Hanubun menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat, bukan hanya dalam bentuk kebijakan, tetapi sebagai wujud nyata kepedulian dan harapan baru.
“Ini bukan sekadar soal membangun rumah. Ini tentang memulihkan rasa aman, membangun kembali kepercayaan, dan menata masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Bupati juga menargetkan pembangunan rampung pada akhir tahun 2025, agar rumah-rumah tersebut sudah dapat dihuni sebelum perayaan Natal.
Setiap unit rumah akan dibangun sesuai standar kelayakan, dengan akses terhadap listrik, air bersih, dan lingkungan yang sehat.
Pemerintah daerah juga mendorong partisipasi masyarakat, terutama pemilik lahan, untuk segera menyelesaikan dokumen hibah demi kelancaran proses pembangunan.
“Kami ingin rumah-rumah ini berdiri di atas fondasi yang kokoh, tidak hanya secara fisik tetapi juga secara hukum dan sosial,” ujar Hanubun.
Pembangunan ini melibatkan kolaborasi antara pemerintah daerah, DPMD, pemerintah kecamatan, serta dukungan dari TNI-Polri. Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif mengawasi jalannya pembangunan dan menjaga keamanan lingkungan.
“Keberhasilan program ini adalah tanggung jawab kita bersama. Kolaborasi adalah kunci,” pungkasnya.
Dengan dimulainya pembangunan ini, Pemkab Malra berharap masyarakat Weduar dan sekitarnya dapat menatap masa depan dengan semangat baru dan kehidupan yang lebih bermartabat.


