Kemuliaan Bagi Maluku: Gubernur Hendrik Lewerissa Hadiri Worship Night

Ambon, MalukuPost.com – Malam penuh kemuliaan dan sukacita rohani mewarnai Worship Night bertajuk “Biarlah Semua yang Bernafas Memuji Tuhan”, yang digelar di Lapangan Merdeka, Ambon, Senin (29/7/2025). Ribuan umat Kristen dari berbagai denominasi Gereja memadati jantung kota Ambon untuk bersama-sama memuliakan nama Tuhan dalam pujian dan penyembahan.

Turut hadir dalam acara tersebut, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, sejumlah pimpinan OPD Pemprov Maluku, tokoh agama dan pemuda lintas gereja. Momen ini menjadi refleksi spiritual yang kuat bagi umat Kristen di Maluku untuk kembali meneguhkan komitmen hidup dalam kasih, kesetiaan, dan keteladanan iman di tengah masyarakat.

Acara diawali dengan rangkaian puji-pujian dan penyembahan yang dipimpin tim musik rohani, membangun suasana penuh hadirat Allah. Pusat perhatian tertuju pada hamba Tuhan Pdt. Yandi Manobe, yang menyampaikan khotbah dengan gaya lugas, menyentuh, dan menggelorakan semangat iman.

Mengutip 1 Timotius 4:12 “Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu”, Pdt. Yandi menekankan pentingnya menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, dan kesetiaan.

“Kalau hanya omong cinta kasih tapi pukul istri setiap hari, itu bukan kasih. Kalau hanya bicara, itu burung beo. Kita mesti uji yang kita omong, kita bisa lakukan atau tidak,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa kasih bukan hanya tentang kata-kata indah, tetapi tentang tindakan nyata yang keluar dari hati yang sabar dan tulus. Bahkan kasih terhadap orang-orang yang menjengkelkan sekalipun, termasuk dalam keluarga, adalah bukti kedewasaan iman.

“Ada mama mantu, ada suami, ada istri yang menjengkelkan, tapi Firman Tuhan bilang “Sabar”! Karena dalam kesabaran, ada proses pembentukan,”ujarnya.

Dalam refleksi rohaninya, Pdt. Yandi juga menyinggung hukum Taurat yang dirangkum oleh Yesus dalam dua hal, kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama. Ia menyebut kasih sebagai dasar segala hal dalam hidup Kristen.

“Kalau kehilangan kasih, kita bisa kehilangan arah. Kasih yang tidak terpatahkan adalah panggilan tertinggi kita sebagai orang percaya,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa kesetiaan adalah komitmen yang melibatkan tanggung jawab dan ketekunan, terutama dalam pelayanan.

“Kalau tidak mencintai perbedaan, tidak pantas hidup di dunia ini. Kita hidup bukan hanya untuk diri sendiri, tapi untuk orang lain juga. Itu esensi dari kasih dan kesetiaan,” ungkapnya.

Gubernur Hendrik Lewerissa yang hadir sepanjang acara tampak terharu dan bersukacita bersama ribuan umat.

Worship Night “Kemuliaan for Maluku” bukan sekadar perayaan rohani, tapi juga manifestasi iman dan harapan masyarakat Maluku untuk membangun provinsi ini tidak hanya dengan tangan, tetapi juga dengan hati dan doa.

Dengan semangat kasih, sabar, dan kesetiaan yang digemakan malam itu, Maluku kembali menegaskan jati dirinya sebagai “Tanah Para Raja yang Bersujud pada Sang Raja di Atas Segala Raja.”

 

Pos terkait