Langgur, MalukuPost.com – Bupati Maluku Tenggara (Malra) Muhammad Thaher Hanubun, menegaskan pentingnya menghapus ego sektoral dan memperkuat kolaborasi lintas sektor demi kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan Bupati disela-sela kegiatan apel pagi di Lapangan Kantor Bupati, Senin (11/8/2025).
Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati, Staf Ahli Bupati, Plt Sekda, para Asisten, Pimpinan OPD, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai instansi.
Menjelang HUT ke-80 Kemerdekaan RI, ia mengingatkan bahwa usia tersebut melambangkan kedewasaan yang harus tercermin dalam sikap dan kinerja ASN.
“Kita harus meninggalkan sifat egois dan egosentris. Saatnya dewasa dalam memandang tugas dan tanggung jawab sebagai abdi negara,” tegas Hanubun.
Bupati juga menyoroti pelanggaran disiplin dan loyalitas di kalangan ASN, termasuk di sektor pendidikan dan kesehatan.
Ia menyesalkan sikap sebagian guru dan bidan yang sudah difasilitasi pendidikan hingga sarjana, namun justru menunjukkan perilaku yang dinilai tidak profesional dan kurang berterima kasih.
Hanubun menekankan pentingnya kesamaan persepsi dan langkah antara bupati, wakil bupati, sekda, hingga jajaran terbawah agar pembangunan berjalan efektif.
Visi-misi daerah, katanya, harus sejalan dengan arahan presiden dan gubernur, dijalankan dengan satu kompas, satu arah, dan satu semangat.
Ia juga mengingatkan ASN untuk menghindari politisasi birokrasi yang dapat menghambat kinerja.
“Kita bekerja untuk rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Jangan biarkan politik praktis merusak profesionalisme ASN,” ujarnya.
Hanubun menyebut, selama masa kepemimpinannya, telah diletakkan fondasi pembangunan di berbagai sektor—mulai infrastruktur, kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi—serta membangun hubungan strategis dengan pemerintah pusat dan kementerian untuk membuka akses pendanaan dan program nasional.
Bupati menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh ASN untuk memperbaiki karakter, memfokuskan energi pada pembangunan, serta menjadikan kritik sebagai masukan membangun.
“Sejarah akan mencatat nama-nama yang membangun peradaban, bukan yang merusaknya. Perbedaan adalah kekuatan. Dengan komitmen, kompetensi, dan karakter positif, Hanubun optimistis visi Maluku Tenggara Hebat dapat terwujud,” tandasnya.


