Dobo, MalukuPost.com – Kabupaten Kepulauan Aru memiliki potensi besar dalam pengembangan industri kelapa yang dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Bupati Timotius Kaidel mengungkapkan bahwa dalam lima tahun ke depan, pemerintah daerah berencana untuk mengembangkan industri pengolahan kelapa skala besar. Salah satu langkah utama adalah dengan menyiapkan sepuluh juta bibit kelapa serta mengoptimalkan kebun kelapa milik warga yang sudah ada.
Bupati Kaidel menyatakan bahwa program ini, yang dikenal dengan istilah Emas Hijau, bertujuan untuk mendongkrak perekonomian rakyat dengan cara memanfaatkan potensi kelapa secara modern dan higienis.
“Pohon kelapa adalah ‘emas hijau’ yang sangat berpotensi untuk meningkatkan ekonomi daerah. Dengan pengolahan kelapa secara lebih modern dan terorganisir, kita bisa membuka peluang pasar yang lebih besar, baik nasional maupun internasional,” ujar Bupati belum lama ini.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyediaan sepuluh juta bibit kelapa adalah langkah pertama yang harus ditempuh untuk mendukung operasional industri pengolahan kelapa skala besar. Program ini juga melibatkan berbagai pihak, termasuk petani kelapa, pengusaha, dan investor yang tertarik untuk mengembangkan industri tersebut. “Kami akan memastikan regulasi dan sarana penunjang lainnya disiapkan untuk mendukung kelancaran program ini. Kami juga akan memaksimalkan pemanfaatan kebun kelapa milik warga yang sudah ada,” tambahnya.
Menurut Kaidel, industri pengolahan kelapa tidak hanya akan meningkatkan pendapatan masyarakat tetapi juga berpotensi untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD). Permintaan terhadap produk kelapa, seperti minyak kelapa dan kopra, kini semakin meningkat di pasar global. Hal ini menjadi peluang besar bagi Kabupaten Kepulauan Aru untuk menjadikan kelapa sebagai komoditas unggulan yang mendongkrak perekonomian daerah.
Dengan langkah-langkah ini, Bupati Kaidel berharap program Emas Hijau dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. “Kami berharap industri kelapa ini dapat menjadi penggerak ekonomi daerah, dan pada akhirnya memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Kepulauan Aru,” tutup Bupati Kaidel.


