Gereja Katolik Canangkan Yubileum 100 Tahun Karya PBHK di Tanimbar

Saumlaki, MalukuPost.com — Umat Gereja Katolik di Kabupaten Kepulauan Tanimbar secara resmi mencanangkan rangkaian Perayaan Syukur Yubileum 100 Tahun Kehadiran dan Karya Kongregasi Putri Bunda Hati Kudus (PBHK) di Tanah Tanimbar (1926–2026), Senin (16/2/2026).

Pencanangan diawali dengan doa bersama di depan Gedung Natar Kaumpu Saumlaki, kemudian dilanjutkan jalan santai rohani menuju pelataran Pusat Karya Pastoral MSC Saumlaki. Kegiatan berlanjut dengan senam bersama di Lapangan Biara MSC Saumlaki yang diikuti lebih dari seribu peserta dari berbagai paroki, sekolah, OMK, Sekami, serta masyarakat umum.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar Juliana Chatarina Ratuanak, pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forkopimda, Vikaris Episkopal Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya, para imam, pimpinan PBHK Regio Maluku, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta perwakilan umat dari berbagai paroki di Saumlaki dan sekitarnya.

Pencanangan ini menjadi momentum syukur atas satu abad perjalanan iman dan pelayanan kasih para suster PBHK sejak kedatangan empat misionaris pertama pada 1926, yakni Sr. Francoise, Sr. Anselma, Sr. Alphonsa, dan Sr. Gerarda. Sejak saat itu, karya PBHK berkembang di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan pastoral di tengah masyarakat Tanimbar.

Ketua Panitia Yubileum, Apolonia Laratmase, menyampaikan bahwa perayaan ini bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan momentum pembaruan komitmen pelayanan Gereja.

“Yubileum ini merupakan ungkapan syukur atas karya Allah yang nyata melalui pelayanan para suster PBHK, sekaligus ajakan untuk memperbarui semangat kasih dan perutusan agar tetap hidup dan relevan,” ujarnya.

Selama satu abad, PBHK tercatat mengelola asrama putri, sekolah keterampilan dan SMK Imakulata, pelayanan kesehatan melalui Rumah Sakit Fatima yang kini dikelola Keuskupan Amboina, serta karya sosial dan pastoral di berbagai paroki dan stasi.

Rangkaian kegiatan Yubileum akan berlangsung hingga puncak perayaan pada 30 Agustus 2026. Agenda pra-puncak meliputi aksi panggilan, bakti sosial dan pengobatan gratis, lomba vlog kesaksian umat, doa Rosario bersama di rukun-rukun, serta lomba lagu “Ametur” sebagai penguatan identitas tarekat.

Sebagai wujud syukur konkret, panitia bersama umat juga merencanakan renovasi dan rehabilitasi Biara PBHK yang telah berdiri sejak 1926 sebagai simbol kesinambungan warisan iman.

Total estimasi anggaran kegiatan Yubileum sebesar Rp300 juta, yang dialokasikan untuk kegiatan pra-puncak dan puncak perayaan, penerbitan buku sejarah dan film dokumenter, serta kebutuhan akomodasi dan logistik tamu dari luar daerah. Panitia mengharapkan dukungan umat, pemerintah, dan para donatur demi kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.

Vikaris Episkopal Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya, Ponsio Ongirwalu, menegaskan bahwa pencanangan Yubileum merupakan ajakan untuk bersyukur atas sejarah sekaligus memperbarui komitmen pelayanan ke depan.

“Apa yang dimulai dengan tetesan keringat dan air mata para misionaris, kini telah tumbuh menjadi pohon iman yang rimbun di Tanimbar. Tugas kita bersama adalah memastikan pohon ini tetap berbuah bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan PBHK Regio Maluku, Suster Alfonsia Makin, menekankan bahwa Yubileum 100 Tahun menjadi ajakan persatuan bagi seluruh umat Allah di Kepulauan Tanimbar untuk melanjutkan warisan pelayanan kasih.

Wakil Bupati Juliana Ratuanak dalam sambutannya mengajak masyarakat menjaga keberlanjutan karya misi PBHK bersama para misionaris Missionarii Sacratissimi Cordis (MSC).

“Kita menjadi seperti hari ini bukan karena kehebatan kita sendiri, tetapi karena ada para misionaris yang datang membawa misi kasih dan merintis kebaikan,” katanya.

Pencanangan Perayaan Syukur Yubileum 100 Tahun PBHK ditandai dengan pelepasan balon gas oleh Wakil Bupati bersama pimpinan Gereja dan tamu undangan, dilanjutkan doa bersama, pembagian doorprize, serta ramah tamah di lokasi kegiatan.

Pos terkait