Wali Kota Tual Tegaskan Sekolah Rakyat Tak Boleh Ada Bullying dan Kekerasan

MalukuPost.com, Tual – Wali Kota Tual Akhmad Yani Renuat menegaskan Sekolah Rakyat Terintegrasi 74 Tual harus menjadi lingkungan pendidikan yang aman bagi siswa.

Dia melarang adanya bullying, kekerasan hingga diskriminasi dalam kegiatan sekolah.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Tual Amir Rumra saat membacakan sambutan Akhmad Yani dalam pembukaan Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Kota Tual, Senin (31/8/2026).

Akhmad Yani mengatakan kehadiran Sekolah Rakyat bukan sekadar kegiatan seremonial. Program tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah agar kondisi ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang anak memperoleh pendidikan yang layak.

“Keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 74 Tual harus kita kelola dengan serius. Sekolah ini harus memberikan pendidikan yang baik, membangun karakter, menanamkan kedisiplinan, mengembangkan keterampilan, dan memberikan ruang yang cukup bagi setiap anak untuk menemukan serta mengembangkan potensi yang dimilikinya,” kata Amir membacakan sambutan Wali Kota.

Dia menegaskan negara hadir untuk memberikan layanan pendidikan sekaligus memenuhi kebutuhan anak selama mengikuti program Sekolah Rakyat. Karena itu, para orang tua diminta tidak khawatir dengan beban biaya pendidikan dan kebutuhan anak.

“Anak-anak telah dipercayakan kepada sekolah. Maka sekolah memiliki tanggung jawab besar untuk mendidik, membina, menjaga, dan memenuhi kebutuhan mereka dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Akhmad Yani memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan MPLS. Menurutnya, kegiatan pengenalan lingkungan sekolah harus dilaksanakan secara edukatif, tertib, aman, dan menyenangkan.

“Tidak boleh ada bullying. Tidak boleh ada kekerasan. Tidak boleh ada diskriminasi. Tidak boleh ada kegiatan yang merendahkan atau mempermalukan siswa,” tegasnya.

Dia meminta sekolah menerapkan kedisiplinan tanpa kekerasan. Sekolah harus tegas, tetapi tetap mengedepankan pendekatan pendidikan.

“Saya ingin Sekolah Rakyat menjadi lingkungan pendidikan yang disiplin, tetapi tetap mendidik. Tegas, tetapi tidak menggunakan kekerasan. Dan yang paling penting, mampu memberikan rasa aman kepada anak-anak,” katanya.

Kepada para siswa, Akhmad Yani berpesan agar kesempatan memperoleh pendidikan melalui Sekolah Rakyat dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh.

Dia meminta siswa menghormati guru, pengasuh dan orang tua, mematuhi aturan sekolah, menjaga persahabatan, kebersihan serta fasilitas sekolah.

Akhmad Yani juga meminta siswa tidak minder karena berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

“Jangan pernah merasa bahwa karena kalian berasal dari keluarga sederhana, maka kalian tidak boleh memiliki cita-cita yang besar. Kalian memiliki hak untuk bermimpi dan memiliki masa depan yang baik,” pesannya.

Meski demikian, dia mengingatkan cita-cita tidak cukup hanya dengan keinginan. Para siswa harus belajar, disiplin, bekerja keras dan bertanggung jawab.

Akhmad Yani mengatakan keberhasilan Sekolah Rakyat tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah atau sekolah. Orang tua dan masyarakat juga memiliki tanggung jawab.

Dia mengajak tokoh agama, tokoh adat, pelaku usaha, dunia profesional hingga insan pers mengambil bagian sesuai kapasitas masing-masing.

“Kita mengenal nilai Ain Ni Ain, yang mengandung semangat kebersamaan, persaudaraan dan saling menjaga. Nilai tersebut harus menjadi bagian dari cara kita membangun pendidikan,” ujarnya.

Menurutnya, tokoh agama dapat memperkuat nilai keagamaan dan moral, sementara tokoh adat dapat membantu menanamkan karakter serta nilai budaya lokal.

Para pelaku usaha dan dunia profesional diharapkan dapat memberikan pengetahuan, pengalaman dan kesempatan belajar kepada siswa. Sementara insan pers diminta membantu menyampaikan informasi dan perkembangan positif Sekolah Rakyat kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan launching Program “Pingpong Go to School” bersama PTMSI.

Akhmad Yani mengapresiasi dukungan PTMSI dalam mengembangkan olahraga tenis meja di sekolah-sekolah di Kota Tual, termasuk Sekolah Rakyat.

Dia berharap program tersebut bukan hanya menjadi kegiatan olahraga, tetapi juga membantu membentuk disiplin, konsentrasi, kerja keras dan sportivitas siswa.

“Kita juga berharap dapat menemukan bibit-bibit atlet potensial dari Sekolah Rakyat Kota Tual yang nantinya dapat dibina secara berkelanjutan,” katanya.

Akhmad Yani menegaskan pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan Kota Tual.

Dia meminta seluruh jajaran yang terlibat dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga keamanan dan kenyamanan siswa, serta memperhatikan perkembangan setiap anak.

“Mari kita jadikan Sekolah Rakyat sebagai tanggung jawab bersama. Jika pemerintah, sekolah, orang tua dan masyarakat bekerja bersama, Sekolah Rakyat Kota Tual dapat berkembang menjadi lembaga pendidikan yang memberikan manfaat nyata bagi anak-anak kita,” pungkasnya.

Pos terkait