Bodewin Dorong Polnam Kembangkan Teknologi Pengolah Sampah di Ambon

Ambon, Malukupost.com – Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena mendorong Politeknik Negeri Ambon (Polnam) memperkuat inovasi teknologi untuk menjawab persoalan perkotaan, mulai dari sampah, banjir, kemacetan hingga kebutuhan air bersih. Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon ialah mesin pengolah sampah skala lingkungan.

Bodewin mengatakan perguruan tinggi vokasi perlu menghasilkan inovasi terapan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kolaborasi akademisi dan pemerintah daerah dinilai dapat mempercepat penyelesaian berbagai persoalan pembangunan.

“Kita butuh kontribusi nyata akademisi untuk mengatasi persoalan daerah, seperti masalah sampah, banjir, kemacetan, air bersih, hingga penataan kawasan kumuh. Inovasi teknologi tepat guna seperti mesin pengolah sampah yang dikembangkan Polnam diharapkan mampu menjadi solusi di tingkat komunitas dan menjadi legacy yang bermanfaat luas,” kata Bodewin.

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Dies Natalis ke-39 Polnam di kampus perguruan tinggi tersebut, kawasan Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, Senin (5/10/2026).

Menurut Bodewin, Polnam yang berdiri sejak 5 Oktober 1987 memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing. Lulusan pendidikan vokasi diharapkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan mampu menghadapi perkembangan teknologi.

Dia juga mengajak perguruan tinggi memperluas kerja sama lintas sektor untuk merespons transformasi digital, kecerdasan buatan, otomatisasi, dan perubahan iklim. Pemkot Ambon, lanjutnya, membuka peluang kolaborasi dengan Polnam dan perguruan tinggi lain dalam pengembangan Ambon Smart City maupun penguatan UMKM lokal.

Sementara itu, Direktur Polnam Marceau A. F. Haurisa berharap kemitraan dengan pemerintah dan dunia industri tidak berhenti pada urusan administratif, tetapi berkembang menjadi kerja nyata yang menghasilkan manfaat bagi masyarakat.

“Polnam tidak ingin hanya hadir sebagai institusi yang membutuhkan dukungan, tetapi Polnam harus hadir sebagai mitra pembangunan. Kami memiliki sumber daya manusia, mahasiswa, kompetensi vokasi, laboratorium, serta kapasitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dapat kita sinergikan untuk membantu menjawab kebutuhan pemerintah, industri, dan masyarakat,” ujar Marceau.

Dia juga mendorong pemerintah dan pelaku industri memperluas kesempatan magang, pembelajaran berbasis dunia kerja, penelitian terapan, dan peningkatan kompetensi mahasiswa. Melalui skema tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman profesional sekaligus menghasilkan karya yang sesuai dengan kebutuhan lapangan.

“Inilah sinergi yang ingin kita bangun, bukan siapa yang membantu siapa, tetapi apa yang kita kerjakan bersama dan dampak apa yang kita hasilkan bersama,” tuturnya.

Pos terkait