Kabut Asap Ambon Bukan Semata Karhutla, Asap Papua Ikut Terbawa Angin

AMBON, MalukuPost.com – Kabut asap yang terjadi di Ambon dalam beberapa waktu terakhir tidak hanya berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Maluku. Pemerintah Provinsi Maluku menyebut asap dari wilayah Papua juga terbawa angin hingga memengaruhi kondisi udara dan jarak pandang di Ambon.

Juru Bicara Pemerintah Provinsi Maluku, Kasrul Selang, mengatakan kondisi asap yang terpantau di Ambon perlu dilihat dari pergerakan angin yang memungkinkan asap dari wilayah lain terbawa ke Maluku.

“Asap bukan sumber utama dari Ambon dan sekitar, tetapi bawaan dari Papua, karena angin dan sebagainya,” kata Kasrul dalam keterangan pers di Ambon, Kamis (8/10/2026). Hadir juga BMKG, BPBD, TNI-Polri dan berbagai unsur lainnya.

Menurut Kasrul, kondisi tersebut menunjukkan bahwa munculnya asap di Ambon tidak serta-merta dapat dikaitkan seluruhnya dengan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah sekitar Ambon. Faktor arah dan pergerakan angin turut memengaruhi penyebaran asap dari wilayah lain.

Dampak dari kondisi tersebut terutama terlihat pada jarak pandang. Situasi ini menjadi perhatian karena penurunan jarak pandang dapat memengaruhi aktivitas masyarakat maupun keselamatan penerbangan.

Kasrul menjelaskan, terdapat batas jarak pandang yang perlu diperhatikan dalam aktivitas penerbangan. Jika jarak pandang turun hingga batas tertentu, operasional bandar udara dapat terdampak.

“Kalau vertikal seribu, horizontal delapan ratus meter. Kalau vertikal 1.000, kalau turun 800 maka bandara bisa tutup,” jelasnya.

Karena itu, kondisi kabut asap menjadi salah satu hal yang terus diperhatikan pemerintah, khususnya ketika jarak pandang mengalami penurunan. Pemantauan kondisi cuaca dan atmosfer diperlukan untuk mengetahui perkembangan pergerakan asap serta dampaknya terhadap aktivitas di Ambon.

Pemprov Maluku juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan kondisi tersebut. Informasi cuaca dan kondisi jarak pandang menjadi penting sebagai dasar menentukan langkah antisipasi apabila konsentrasi asap meningkat.

Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang agar dapat mengetahui perkembangan kondisi udara dan cuaca, terutama ketika terjadi perubahan jarak pandang.

Pemerintah memastikan pemantauan dan koordinasi tetap dilakukan untuk mengantisipasi dampak kabut asap, terutama terhadap keselamatan masyarakat dan aktivitas penerbangan di Ambon.

Pos terkait