Masyarakat Maluku Sudah Gunakan Transaksi Non Tunai

Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Maluku menyatakan sebagian masyarakat di provinsi itu sudah menggunakan transaksi non tunai sesuai dengan program BI

Ambon, Maluku Post.com – Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Maluku menyatakan sebagian masyarakat di provinsi itu sudah menggunakan transaksi non tunai sesuai dengan program BI.

“Salah satu contoh penggunaan transaksi nontunai yakni pembayaran gaji pegawai yang ditransfer langsung ke rekening milik pegawai,” kata Deputi Kepala Perwakilan BI Maluku, Andy Setyo Biwado saat memberikan sambutan pada sosialisasi Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) di Ambon, Kamis (23/4).

Ia menyebutkan selama ini gaji sebagian besar para pegawai tidak lagi dibayar secara tunai tetapi ditransfer ke rekening masing-masing. “Itu merupakan contoh pemanfaatan transaksi non tunai,” katanya.

Selain itu, berdasarkan pemantauan di Kota Ambon, ada juga beberapa kedai maupun restoran yang sudah mempergunakan uang elektronik yang lebih praktis dan singkat atau cepat dalam melakukan transaksi.

“Masyarakat selesai makan di restoran tersebut tidak perlu menghitung uang berapa banyak yang harus dibayar sampai berlama-lama tetapi cukup menunjukkan kartu kepada kasir, setelah ditransfer selesai,” ujarnya.

Menurut dia, transaksi non tunai mempunyai manfaat yang penting sebab sangat praktis dan efisien baik dari sisi masyarakat maupun bank.

“Masyarakat yang biasanya membawa uang tunai yang banyak mungkin sedikit kerepotan sebab dompet tebal kemudian bisa mengundang tindak kriminal, kemudian uang yang sudah lecet dan lusuh bisa membawa penyakit dan segala kemungkinan buruk lainnya,” katanya.

Karena itu transaksi non tunai, lanjut dia, praktis dan efisien untuk digunakan sebab transaksi non tunai lewat komputerisasi lebih transparan dan akan meminimalkan risiko, kemudian dari sisi BI, transaksi non tunai memiliki arti penting dalam hal efisiensi dalam pencetakan dan peredaran uang.

“Di Kota Ambon sendiri setiap kali BI mempergunakan mobil keliling melayani penukaran uang kecil dan receh maupun tidak layak edar (lusuh) dari masyarakat,” ujarnya.

Sosialisasi yang diikuti 80 peserta dari TNI/Polri, perwakilan satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) Provinsi Maluku dan Kota Ambon, pengusaha itu diisi dengan penjelasan oleh wakil dari BI, BCA dan Bank Mandiri. (ant/MP)

Pos terkait