Kegiatan lomba menembak tersebut dilaksanakan di Yonif 773/ Raider Waiheru Ambon, dan berlangsung selama dua hari, sejak tanggal 23 hingga 24 April, jelas Pangdam Kodam XVI Pattimura, Mayjen Wiyarto.
Pangdam Wiyarto dalam arahannya menegaskan, dari seluruh cabang olahraga. Olahraga menembak merupakan salah satu olahraga yang sangat bergengsi dan beresiko tinggi, sehingga perlu dilakukan kesiapan yang maksimal.
Wiyarto menambahkan, fasilitas untuk melakukan kejuaraan menembak di Ambon sangat minim. Dimana saat ini lapangan tembak yang ada hanya terdapat di Yonif 733/Raider dan Satuan Brimob Polda Maluku, sehingga untuk mengembangkan olahraga menembak, akan dilakukan penambahan satu lapangan tembak di Kodam XVI Pattimura.
Sementara itu Gubernur Maluku, Said Assagaff dalam sambutannya saat membuka Kejuaraan tersebut mengatakan, menembak merupakan salah satu kemampuan dasar dan mutlak dikuasai oleh seorang prajurit.
“Keterampilan dan kemahiran menembak prajurit, sudah menjadi kebutuhan yang harus terus diupayakan melalui latihan-latihan yang intensif, terarah dan terukur dengan parameter yang jelas.” Ungkapnya.
Gubernur memberikan apresiasi kepada Perbakin yang telah memprakarsai selaku penyelenggara lomba, dan semua pihak yang telah berpartisipasi memberikan dukungan.
“Kiranya olahraga ini semakin bergengsi juga mampu membangkitkan semangat para Atlet dan pencinta olahraga menembak, untuk meraih prestasi”tandas Gubernur Said.
Sekedar diketahui, kejuaraan menembak ekeskutif dan menembak piala gubernur maluku tersebut diikuti oleh 40 lebih peserta , dan menggunakan senjata Organik. Dengan range waktu 63 detik bagi masing-masing penembak, menggunakan 13 butir peluru diantaranya 3 butir peluru untuk uji coba dan 10 butir peluru untuk penilaian. (08)


