Tapi, siapa sangka ternyata kehadiran tim Fak-Fak ini awalnya tidak direncanakanan. Berkat keikutsertaan sang pelatih, Abdul Anwar Sanaky saat mengikuti kursus kepelatihan Level 1 Nasional di Padang pada Maret lalu.
Berawal dari kursus itulah, Coach Abdul kemudian menangani tim Fak-Fak dan membawa mereka berlaga di Rafhely ini.
“Awalnya saya ikut Kursus di Padang kemudian saya pulang ke Fak-Fak dan diberi kepercayaan untuk menangani tim Fak-Fak Futsal ini,” ujar Coach Abdul kepada Bolalob.
Dijelaskan Abdul, dirinya kemudian mengumpulkan para pemain muda dari Fak-Fak. Di tim ini banyak sekali pemain keturunan yang orang tuanya berasal dari luar Papua.
“Ini menjadi kelebihan kami karena meski kami berbeda, tapi kami tetap bisa bilang kami Orang Fak-Fak,” lanjut pelatih berdarah Siri-sori Islam, Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku itu.
Dijelaskan pula, kemudian mendaftarkan diri ke Rafhely ini. Tim ini pun tidak dibebani target apa-apa dan hanya disuruh bermain semaksimal mungkin dan memperkenalkan futsal Fak-Fak itu seperti apa.
“Di tim kami juga ada dua pemain Pra PON Papua Barat, Alexander Larau dan Afit Sasim. Saya sendiri membebaskan mereka untuk mengeluarkan seluruh kemampuan skill-skill individu yang mereka miliki. Dapat dikatakan hampir semua pemain Papua memiliki skill individu yang tinggi.”bebernya.
Dirinya berharap melalui tim ini dapat melahirkan Jaelani Ladjanibi baru.
“Jaelani sendiri berasal dari Fak-Fak, dan ini membuat para pemain muda Fak-Fak untuk mengikuti jejaknya dan dapat menjadi pemain futsal tingkat nasional,” pungkasnya. (bolalob/09)


