Persiapan ICE di Ambon Asal-asalan dan Dipaksakan

Peserta Pontianak Nilai Disperindag Kora Ambon Dan Panpel Tidak Mampu

Ambon, Maluku Post.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon berikut Panitia Penyelenggara (panpel) Indonesia City Expo Ambon (ICEA) 2015 dinilai banyak kontestan tidak profesional dan tidak punya perencanaan matang menyelenggarakan event bergengsi tersebut.

Pelaksanaan ICEA sengaja dipaksakan, padahal Disperindag Kota Ambon dan Panpel tidak mampu mengemas event ini dengan baik dan profesional. Karena itu pula banyak peserta yang tidak datang karena kurangnya koordinasi menyangkut kesiapan penyediaan akomodasi selain itu pula banyak peserta yang pulang dengan kekecewaan karena tidak memperoleh pelayanan optimal dari Disperindag Kota Ambon maupun panpel ICEA.

“Kami sudah sering ikut pameran seperti ini (Indonesia City Expo), tapi kalau mau jujur yang di Ambon ini Panpel maupun Disperindagnya kurang siap, bahkan terkesan dipaksakan,” beber Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Mujirin kepada Maluku Post via ponselnya, Minggu (10/5).

Yang dikeluhkan banyak peserta, kata Mujirin, adalah minimnya akomodasi dan tidak dilibatkannya Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk mengisi stand pameran dengan produk-produk lokal.

“Bayangkan saja, saya dan beberapa teman Disperindag Kota Pontianak terpaksa tidur di lantai karena ruangan di Bapelkes Kudamati itu terbatas, sementara hotel-hotel di sini kata panitia sudah penuh semuanya. Kalau koordinasi Panpel bagus, teman-teman kita dari Disperindag Kota Singkawang pasti juga datang, tetapi karena 3 bulan lalu kata Panpel di sini hotel-hotel penuh, makanya Singkawang hanya kirim konsultan saja, bukan peserta.” Kesalnya

Dijelaskan pula, Kalau di Pontianak maupun di beberapa tempat yang pernah disinggahi untuk ikut pameran, biasanya PKL dilibatkan tetapi di Ambon kok tidak ada.

“Kok di sini tidak ya. Padahal kalau PKL dilibatkan, pasti stand pameran akan terisi penuh dan ramai dikunjungi orang. Saya dengar di sini katanya PKL-nya diusir-usir Satpol PP.”tandasnya.

Mujirin mengakui selama pelaksanaan ICEA jarang ditampilkan produk unggulan asli Ambon.

“Di sini sebenarnya banyak potensinya, tapi kenapa yang ditampilkan itu batu Bacan, padahal batu Bacan itu kan dari Maluku Utara, bukan dari Ambon. Terus kerajinan rakyat asli Ambon juga tak tampak sekali di pameran. Begitu juga dengan kuliner-kuliner lokal Ambon jarang kita temui di pertokoan-pertokoan maupun di stand pameran, padahal kita ingin belikan itu sebagai souvenir maupun oleh-oleh”. Bebernya.

Namun Mujirin mengakui keberanian Pemerintah Kota Ambon menggelar Indonesia City Expo dalam kalender Mangente Ambon 2015. 

“Pemkot Ambon termasuk berani karena tidak gampang sebuah kota ditunjuk tuan rumah Indonesia City Expo. Tapi yang kita lihat persiapannya kurang matang. Ini harus jadi catatan agar ke depan jika ada event-event seperti ini harus dikemas dengan baik,” pesannya. (09)

Pos terkait