Sebanyak 6.355 siswa tingkat SMP dan sederajat di kota Ambon mengikuti Ujian Nasional (UN) pada 4-6 Mei 2015.
“Pelaksanaan UN berlangsung aman dan lancar sehingga peserta mengerjakan soal-soal dengan tenang,” kata Sekretaris Kota Ambon Anthony Gustaf Latuheru saat membuka sampul ujian di SMPN 4 Ambon, Senin (4/5).
Menurut dia, UN merupakan sarana evaluasi siswa guna mengetahui tingkat penyerapan pelajaran yang telah diterima selama ini.
“UN tidak berbeda dengan ujian kenaikan kelas karena hanya soal berstandar nasional dan dikirim dari pusat,” katanya.
Selain itu para siswa sebelumnya telah menjalani uji coba (try out) dan ujian sekolah yang dilaksanakan masing – masing sekolah.
Sistem pengawasan UN SMP sama dengan SMA dan sederajat yakni pengawasan silang murni antarsekolah, serta diawasi tim pengawas LPMP provinsi Maluku.
Anthony mengimbau, para siswa tidak perlu takut dan tegang menghadapi UN, tetapi harus optimistis dalam menjawab setiap soal yang diberikan.
“Percaya diri, optimistis dan tidak perlu khawatir kalau sudah belajar. Apalagi harus menggantungkan diri untuk meminta jawaban dari teman,” ujarnya.
Ia menjelaskan, persiapan siswa menghadapi ujian juga telah dilakukan secara berjenjang dengan melibatkan pihak sekolah maupun orang tua dan komite sekolah melalui uji coba sehingga diharapkan siswa benar-benar siap menghadapi UN.
“Peran orang tua juga dibutuhkan, karena tanpa bimbingan dan dukungan mereka, maka bisa saja siswa tidak fokus mempersiapkan diri menghadapi ujian,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan kota Ambon, Benny Kainama menambahkan standar kelulusan UN tahun ajaran 2014/2015 ditentukan hasil ujian sekolah, sehingga yang perlu diperhatikan adalah kesiapan siswa.
“Kami mengimbau para siswa diminta untuk belajar dengan tekun karena ukuran berhasil tidaknya seseorang ditentukan dari diri kita sendiri,”tandasnya. (ant/MP)


