Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Diah Utami di Ambon, Senin (4/5), mengatakan inflasi terjadi di Kota Ambon pada enam kelompok pengeluaran.
Keenam kelompok itu yakni kelompok makanan jadiminuman dan rokok dan tembakau sebesar 0,64 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,20, kelompok sandang sebesar 0,12 persen, kesehatan 0,10 persen.
Kemudian, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,14 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,94 persen.
Sedangkan deflasi terjadi pada satu kelompok pengeluaran yakni bahan makanan sebesar 0,03 persen.
Komoditas yang dominan menyumbang inflasi di Kota Ambon adalah angkutan udara, bensin, ikan tongkol, ikan selar dan cabe rawit.
Diah menjelaskan, dari dua kota IHK yang ada di Maluku yakni Kota Ambon mengalami inflasi sebesar 0,33 persen dengan IHK 119,90 sedangkan Kota Tual mengalami inflasi sebesar 1,31 persen dengan IHK 132,54, yang merupakan inflasi tertinggi dari 82 kota IHK, terendah Kota Cilacap 0,02 persen.
Sedangkan Kota Ambon menduduki peringkat 24 dari 82 kota IHK di Indonesia pada bulan April 2015 dan inflasi bulanan Kota Ambon menduduki peringkat 46.
Inflasi tahun kalender Kota Ambon menduduki peringkat kedua serta untuk inflasi tahunan Kota Ambon menduduki peringkat 15.
Diah menjelaskan, tingkat inflasi tahun kalender Kota Ambon di bulan April 2015 sebesar 4,22 persen dan tingkat inflasi dari tahun ke tahun (April 2015 terhadap April 2014) sebesar 7,81 persen.
“Untuk Kota Tual dari 82 kota IHK di bulan April 2015 menduduki peringkat pertama sama dengan inflasi bulanan Kota Tual juga menduduki peringkat satu, sedangkan inflasi kalender maupun tahunan juga menduduki peringkat satu,” katanya.
Tingkat inflasi tahun kalender Kota Tual di bulan April 2015 sebesar 5,74 persen, lanjutnya, tingkat inflasi dari tahun ke tahun (April 2015 terhadap April 2014) sebesar 17,60 persen. (ant/MP)


