Ambon, Maluku Post.com – Devisi Regional (Divre) Perum Bulog Maluku membeli beras dari para petani di Pulau Buru sebanyak 650 ton.
“Masih jauh dari target rencana pembelian Perum Bulog Maluku masa panen tahun 2015 sebanyak 2.750 ton,” kata Kepala Devisi Regional Perum Bulog Maluku Faisal Assagaf di Ambon, Sabtu.
Sebenarnya, kata dia, hasil pembelian tahun 2015 yang sampai bulan Juni ini masih jauh dari target pembelian setiap bulan sebanyak 150 ton.
Dia menjelaskan, selama ini hanya hasil panen dari Pulau Buru yang berhasil dibeli, sedangkan dari daerah lain seperti di Desa Kobisonta, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah belum bisa sebab hasil panennya kecil sekali.
“Kemudian harga yang mereka inginkan juga jauh dari yang ditetapkan Bulog Maluku,’ katanya.
Dia menjelaskan, Bulog membeli beras dari petani berdasarkan harga yang sudah ditetapkan pemerintah yakni Rp7.300/Kg.
“Harga ini sudah sedikit naik dari tahun 2014 lalu yakni sebesar Rp6.600/Kg, jadi pemerintah sudah menaikan harga beli, sedangkan petani di Pulasu Seram menginginkan harga jual Rp8.000/Kg,” ujarnya.
Dia menambahkan, Bulog tetap membeli dari petani di Pulau Buru berapa saja yang mereka jual pasti Bulog membeli dengan harga yang sudah ditetapkan yakni Rp7.300/Kg.
“Apalagi pembelian beras hasil panen Pulau Buru akan digunakan langsung bagi penyaluran beras bagi masyarakat miskin (beras Raskin) untuk dua kabupaten yakni Buru dan Buru Selatan,” ujarnya. (ant/MP)


