Kapolda Maluku Laporkan Keamanan Maluku Kepada Kapolri

Ambon, Maluku Post.com – Menjelang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) ke-XI di kota Ambon, Kapolda Maluku Brigjen Pol Murad Ismail telah melaporkan situasi keamanan Maluku kepada Kapolri Badrodin Haiti.

“Kemarin Kapolri telepon saya untuk menanyakan keamanan Maluku, dan saya telah memberikan keyakinan kepada Kapolri bahwa Maluku aman dan terkendali,”ujar Kapolda Maluku di Ambon, Kamis (24/9).

Dirinya meminta masyarakat untuk memberikan mempercayakan Polri dan TNI dalam menjaga keamanan Maluku. Karena selama ini, dalam menjaga keamanan Maluku Polri dan TNI bersinergi dengan luar biasa.

“Sudah beberapa kali saya mengalami pergantian Pangdam di Maluku, dimana setiap Pangdam mempunyai ciri khas yang berbeda, namun koordinasi semuanya berjalan dengan baik,”ucapnya.

Untuk kedatangan Presiden, dirinya bersama Pangdam telah menyusun strategi pengamanan, namun untuk secara khusus dikendalikan oleh TNI.

Dirinya mengajak masyarakat untuk bergandeng tangan untuk menjaga keamanan di Maluku dalam menyukseskan Pesparawi.

Sebelumnya, Kapolda Maluku, mengatakan 3260 TNI/Polri disiapkan untuk mengamankan pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional ke XI di Mandala remaja, karang panjang, kota Ambon pada 6 Oktober mendatang, yang direncanakan di buka oleh Presiden RI Joko Widodo.

“3260 personil tersebut masing-masing TNI 1660, sedangkan Polri 1600. Namun untuk anggarannya kita minta lebih banyak karena ditambahkan dengan Paspamres yang mengawal Presiden,”tuturnya.

Dikatakan, aparat kepolisian yang disiapkan untuk pengamanan setiap tempat perlombaan sebanyak 10 personil, dan ditambah dengan TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Jelasnya, dalam masalah pengamanan Psparawi pihaknya selalu serius. Apalagi dalam moment Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) yang merupakan moment keagamaan.

“Siapapun yang ingin mengacaukan kita akan tindak tegas,”ucapnya.

Diakuinya, untuk konflik komunal antar kampung dirinya tidak peduli karena bisa diredam dengan cepat, karena permasalahannya dari dulu. Yang ditakutkan adalah konflik antara agama.

Namun orang nomor satu di jajaran Polda Maluku ini merasa bangga karena masyarakat Maluku sudah sangat sadar dan cerdas, bahwa keamanan adalah segala-galanya dan kerusahakan tidak akan memberikan manfaat apapun.

“Mari kita bersama-sama menjaga keamanan, sehingga moment Pesparawi dapat berjalan dengan baik dan lancar,”ajaknya. (MP-07)

Pos terkait