Ambon, Maluku Post.com – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI melakukan sosialisasi pelaksanaan diplomasi publik dan masyarakat Asean kepada para siswa SMA dan SMK se – Provinsi Maluku.
Sosialisasi diplomasi publik dilakukan kepada 300 siswa SMA dan SMK se – Provinsi Maluku di Ambon, Rabu (16/9).
Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, Al Busyra Basnur menyatakan, diplomasi publik tidak hanya dilakukan pejabat pemerintah, tetapi ditentukan partisipasi aktor non pemerintah yakni siswa, LSM, tokoh agama, pendidikan dan bisnis individu.
“Diplomasi publik dapat dilakukan seluruh elemen masyarakat dengan memperhatikan tata cara dan aturan yang berlaku sehingga dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Menurut dia, diplomasi publik juga berperan dalam memajukan dan mempromosikan Maluku di tingkat nasional maupun Internasional.
“Seluruh stakeholder harus berperan aktif dalam diplomasi publik, karena kemajuan sesuatu daerah bukan hanya ditentukan pemerintah tetapi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Al Busyra.
Generasi muda, menurut dia, dapat berperan juga untuk mempromosikan potensi daerah dengan memanfaatkan teknologi infomasi.
“Tentunya sebagian dari kita pasti mempunyai telepon genggam atau gadget, yang didalamnya terdapat aplikasi untuk mempromosikan berbagai potensi melalui media sosial entah itu facebook, twitter, BBM, atau instagram,” katanya.
Ia mengatakan, promosi pariwisata, seni dan budaya Maluku dapat dilakukan melalui media sosial sebagai bentuk diplomasi publik.
“Kita harus paham dengan benar tujuan diplomasi publik yang dilakukan agar promosi potensi daerah bukan berarti menjual sampai habis-habisan kepada investor dan tidak ada manfaatnya bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas Al Busyra.
Sedangkan, Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri yang melakukan sosialisasi diplomasi publik di kota Ambon.
“Dalam perspektif NKRI diplomasi publik dapat diwujudkan dalam kebinekaragaman yakni Aceh hingga Papua. Kami bersyukur kota Ambon diberikan kesempatan untuk memperoleh informasi terkait diplomasi publik,” katanya.
Ia mengatakan, diplomasi penting dalam perkembangan era komunikasi dan teknologi, tetapi cara yang digunakan harus edukatif dan rasional.
“Saya berharap kedepan siswa Ambon mendapatkan kesempatan untuk menjadi diplomat muda Indonesia, hal tersebut tidaklah mudah karena diperlukan syarat penguasaan bahasa dan ilmu teknologi,” tandasnya. (ant/MP)


