Astaga..!! Ini Penyebab Wings Air Tujuan Langgur Balik Ke Ambon

Ambon, Maluku Post.com - Akibat tak patuh dengan aturan, penumpang bernama Umar alias UK diturunkan dari pesawat Wings Air dengan nomor penerbangan IW1504 dengan nomor register pesawat PK-WGV dengan tujuan Langgur pada Jumat (8/7) kemarin. Peristiwa ini terjadi pada Jumat (8/7) siang, sekitar pukul 14.21 WIT di Bandara Internasional Pattimura Ambon, pesawat Wings Air rute Ambon-Langgur itu kembali mendarat karena keributan antara penumpang dengan awak cabin tersebut. Berdasarkan informasi yang didapat media ini dari beberapa sumber, kejadian bermula pukul 12.45 saat pesawat masih berada di bandara Pattimura ambon, pramugari berinisial SN melakukan chek cabin dan menegur penumpang UK yang menutup jendela dan tidak melipat meja disamping UK (seat anak UK). Akibat teguran pramugari SN, UK langsung marah-marah karena anaknya tidak melanjutkan makan, dan melihat sikap penumpang tersebut, SN melaporkan hal itu ke pramugari senior berinisial RM. Selanjutnya RM meminta UK untuk membuka jendela dan melipat meja. Namun UK marah dan mengatakan kepada RM untuk duduk dan tidak usah mengurusi dirinya. Selanjutnya saat pesawat take off pukul 12.52 dari bandara Pattimura ambon menuju bandara langgur, pramugari SN melaporkan kejadian tersebut kepada pilot Captain Frederick Cholla dan Fllight Officer (FO) Herman Toni karena hal ini termasuk kejadian unrully passanger (penumpang yang tidak mau patuh). Menindaklanjuti laporan pramugari tersebut, FO Herman Toni menuju ke cabin untuk berbicara baik-baik kepada penumpang UK, namun penumpang tetap ngotot kalau dirinya benar dan bahkan UK berteriak mengancam untuk membuang FO Herman Toni dari pesawat. Ironisnya, UK karena memiliki massa dan merasa kenal dengan pejabat di Lion Group mengancam akan memecat setiap petugas Wings Air yang bertugas saat itu. Terkait hal itu, pilot Captain Frederick Cholla mengambil keputusan untuk kembali ke Ambon, dan pihak maskapai melaporkan hal itu kepada personil satuan tugas pengamanan (satgaspam) bandara Pattimura Ambon. Pesawat Wings Air pada pukul 14.21 WIT landing kembali di bandara Pattimura dan penumpang tersebut langsung diamankan oleh petugas Satgaspam Bandara Pattimura untuk dimintai keterangan. Terkait dengan hal itu, Komandan pangkalan udara (Danlanud) Pattimura Ambon Kolonel Pnb Aldrin P Mongan, dikonfirmasi di Ambon, Sabtu (9/7) membenarkan kejadian tersebut, namun hal itu tidak mempengaruhi stabilitas keamanan di bandara Internasional Pattimura ambon. Menurut Danlanud, hal itu merupakan masalah teknis yang sering terjadi dan sudah diselesaikan, dan secara teknis menyangkut persoalan tersebut ditangani oleh pihak kepolisian bandara Pattimura, dan pihaknya hanya memback up agar tidak terjadi hal-hal yang mengganggu situasi keamanan dan ketertiban. “Kelihatannya ada missing komunikasi antara penumpang dengan petugas Wings Air, namun hal itu sudah diselesaikan dan penumpang tersebut telah berangkat menggunakan pesawat garuda sore kemarin, dan situasi bandara Pattimura aman saja kok,” ungkapnya. Disinggung menyangkut petugas yang berdinas dirotasi akibat laporan penumpang tersebut, Danlanud katakan petugas yang berdinas memang sudah saatnya dirotasi, dan tidak ada kaitannya dengan kejadian tersebut. “Tidak benar kalau dirotasi karena laporan penumpang tersebut, yang pasti adalah petugas Wings Air tersebut sudah saatnya dirotasi,” ujarnya. Danlanud menambahkan, pihaknya tetap memonitor dan memperlancar agar semua penumpang bisa mudik dengan aman, dan situasi keamanan di bandara Pattimura tetap terjaga. Sebagaimana dikutip detik.com, Direktur Keamanan Penerbangan Kementerian Perhubungan M Nasir Usman yang dikonfirmasi Sabtu, 9/7) membenarkan peristiwa ini. "Betul sekali sudah diproses, sikat siapa saja yang tidak penuhi aturan tidak peduli siapa mereka, Bapak Menhub mendukung hal-hal yang demikian, semua harus taat aturan dan awak pesawat (pilot In command) bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan penumpang beserta isinya selama didalam pesawat. " Jelas Nasir. Sementara itu, informasi yang berhasil dihimpun dari sumber terpercaya di kepolisian sektor Bandara Pattimura menyebutkan kasus ini tidak diproses lanjut karena pihak maskapai penerbangan tidak mengajukan laporan secara resmi ke polisi. “Memang benar ada kasus tersebut, namun sudah diselesaikan. Pihak maskapai juga tidak membuat laporan ke polisi sehingga tidak diproses lanjut,” ungkap sumber tersebut. (MP-11) Ambon, Maluku Post.com - Akibat tak patuh dengan aturan, penumpang bernama Umar alias UK diturunkan dari pesawat Wings Air dengan nomor penerbangan IW1504 dengan nomor register pesawat PK-WGV dengan tujuan Langgur pada Jumat (8/7) kemarin. Peristiwa ini terjadi pada Jumat (8/7) siang, sekitar pukul 14.21 WIT di Bandara Internasional Pattimura Ambon, pesawat Wings Air rute Ambon-Langgur itu kembali mendarat karena keributan antara penumpang dengan awak cabin tersebut. Berdasarkan informasi yang didapat media ini dari beberapa sumber, kejadian bermula pukul 12.45 saat pesawat masih berada di bandara Pattimura ambon, pramugari berinisial SN melakukan chek cabin dan menegur penumpang UK yang menutup jendela dan tidak melipat meja disamping UK (seat anak UK). Akibat teguran pramugari SN, UK langsung marah-marah karena anaknya tidak melanjutkan makan, dan melihat sikap penumpang tersebut, SN melaporkan hal itu ke pramugari senior berinisial RM. Selanjutnya RM meminta UK untuk membuka jendela dan melipat meja. Namun UK marah dan mengatakan kepada RM untuk duduk dan tidak usah mengurusi dirinya. Selanjutnya saat pesawat take off pukul 12.52 dari bandara Pattimura Ambon menuju bandara Langgur, pramugari SN melaporkan kejadian tersebut kepada pilot Captain Frederick Cholla dan Fllight Officer (FO) Herman Toni karena hal ini termasuk kejadian unrully passanger (penumpang yang tidak mau patuh). Menindaklanjuti laporan pramugari tersebut, FO Herman Toni menuju ke cabin untuk berbicara baik-baik kepada penumpang UK, namun penumpang tetap ngotot kalau dirinya benar dan bahkan UK berteriak mengancam untuk membuang FO Herman Toni dari pesawat. Ironisnya, UK karena memiliki massa dan merasa kenal dengan pejabat di Lion Group mengancam akan memecat setiap petugas Wings Air yang bertugas saat itu. Terkait hal itu, pilot Captain Frederick Cholla mengambil keputusan untuk kembali ke Ambon, dan pihak maskapai melaporkan hal itu kepada personil satuan tugas pengamanan (satgaspam) bandara Pattimura Ambon. Pesawat Wings Air pada pukul 14.21 WIT landing kembali di bandara Pattimura dan penumpang tersebut langsung diamankan oleh petugas Satgaspam Bandara Pattimura untuk dimintai keterangan. Terkait dengan hal itu, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Pattimura Ambon Kolonel Pnb Aldrin P Mongan, dikonfirmasi di Ambon, Sabtu (9/7) membenarkan kejadian tersebut, namun hal itu tidak mempengaruhi stabilitas keamanan di bandara Internasional Pattimura ambon. Menurut Danlanud, hal itu merupakan masalah teknis yang sering terjadi dan sudah diselesaikan, dan secara teknis menyangkut persoalan tersebut ditangani oleh pihak kepolisian bandara Pattimura, dan pihaknya hanya memback up agar tidak terjadi hal-hal yang mengganggu situasi keamanan dan ketertiban. “Kelihatannya ada missing komunikasi antara penumpang dengan petugas Wings Air, namun hal itu sudah diselesaikan dan penumpang tersebut telah berangkat menggunakan pesawat garuda sore kemarin, dan situasi bandara Pattimura aman saja kok,” ungkapnya. Disinggung menyangkut petugas yang berdinas dirotasi akibat laporan penumpang tersebut, Danlanud katakan petugas yang berdinas memang sudah saatnya dirotasi, dan tidak ada kaitannya dengan kejadian tersebut. “Tidak benar kalau dirotasi karena laporan penumpang tersebut, yang pasti adalah petugas Wings Air tersebut sudah saatnya dirotasi,” ujarnya. Danlanud menambahkan, pihaknya tetap memonitor dan memperlancar agar semua penumpang bisa mudik dengan aman, dan situasi keamanan di bandara Pattimura tetap terjaga. Sebagaimana dikutip detik.com, Direktur Keamanan Penerbangan Kementerian Perhubungan M Nasir Usman yang dikonfirmasi Sabtu, 9/7) membenarkan peristiwa ini. "Betul sekali sudah diproses, sikat siapa saja yang tidak penuhi aturan tidak peduli siapa mereka, Bapak Menhub mendukung hal-hal yang demikian, semua harus taat aturan dan awak pesawat (pilot In command) bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan penumpang beserta isinya selama didalam pesawat. " Jelas Nasir. Sementara itu, informasi yang berhasil dihimpun dari sumber terpercaya di kepolisian sektor Bandara Pattimura menyebutkan kasus ini tidak diproses lanjut karena pihak maskapai penerbangan tidak mengajukan laporan secara resmi ke polisi. “Memang benar ada kasus tersebut, namun sudah diselesaikan. Pihak maskapai juga tidak membuat laporan ke polisi sehingga tidak diproses lanjut,” ungkap sumber tersebut. (MP-11)

Ambon, Maluku Post.com – Akibat tak patuh dengan aturan, penumpang bernama Umar alias UK diturunkan dari pesawat Wings Air dengan nomor penerbangan IW1504 dengan nomor register pesawat PK-WGV  dengan tujuan Langgur pada Jumat (8/7) kemarin.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat (8/7) siang, sekitar pukul 14.21 WIT di Bandara Internasional Pattimura Ambon, pesawat Wings Air rute Ambon-Langgur itu kembali mendarat karena keributan antara penumpang dengan awak cabin tersebut.

Berdasarkan informasi yang didapat media ini dari beberapa sumber, kejadian bermula pukul 12.45 saat pesawat masih berada di bandara Pattimura ambon, pramugari berinisial SN melakukan chek cabin dan  menegur penumpang UK yang menutup jendela dan tidak melipat meja disamping UK (seat anak UK).

Akibat teguran pramugari SN, UK langsung marah-marah karena anaknya tidak melanjutkan makan, dan melihat sikap penumpang tersebut, SN melaporkan hal itu ke pramugari senior berinisial RM. Selanjutnya RM meminta UK untuk membuka jendela dan melipat meja. Namun UK marah dan mengatakan kepada RM untuk duduk dan tidak usah mengurusi dirinya.

Selanjutnya saat pesawat take off pukul 12.52 dari bandara Pattimura Ambon menuju bandara Langgur, pramugari SN melaporkan kejadian tersebut kepada pilot Captain Frederick Cholla dan Fllight Officer (FO) Herman Toni karena hal ini termasuk kejadian unrully passanger (penumpang yang tidak mau patuh).

Menindaklanjuti laporan pramugari tersebut, FO Herman Toni menuju ke cabin untuk berbicara baik-baik kepada penumpang UK, namun penumpang tetap ngotot kalau dirinya benar dan bahkan UK berteriak mengancam untuk membuang FO Herman Toni dari pesawat.

Ironisnya, UK karena memiliki massa dan merasa kenal dengan pejabat di Lion Group mengancam akan memecat setiap petugas Wings Air yang bertugas saat itu. Terkait hal itu, pilot Captain Frederick Cholla mengambil keputusan untuk kembali ke Ambon, dan pihak maskapai melaporkan hal itu kepada personil satuan tugas pengamanan (satgaspam) bandara Pattimura Ambon.

Pesawat Wings Air pada pukul 14.21 WIT landing kembali di bandara Pattimura dan penumpang tersebut langsung diamankan oleh petugas Satgaspam Bandara Pattimura untuk dimintai keterangan.

Terkait dengan hal itu, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Pattimura Ambon Kolonel Pnb Aldrin P Mongan, dikonfirmasi di Ambon, Sabtu (9/7) membenarkan kejadian tersebut, namun hal itu tidak mempengaruhi stabilitas keamanan di bandara Internasional Pattimura ambon.

Menurut Danlanud, hal itu merupakan masalah teknis yang sering terjadi dan sudah diselesaikan, dan secara teknis menyangkut persoalan tersebut ditangani oleh pihak kepolisian bandara Pattimura, dan pihaknya hanya memback up agar tidak terjadi hal-hal yang mengganggu situasi keamanan dan ketertiban.

“Kelihatannya ada missing komunikasi antara penumpang dengan petugas Wings Air, namun hal itu sudah diselesaikan dan penumpang tersebut telah berangkat menggunakan pesawat garuda sore kemarin, dan situasi bandara Pattimura aman saja kok,” ungkapnya.

Disinggung menyangkut petugas yang berdinas dirotasi akibat laporan penumpang tersebut, Danlanud katakan petugas yang berdinas memang sudah saatnya dirotasi, dan tidak ada kaitannya dengan kejadian tersebut.

“Tidak benar kalau dirotasi karena laporan penumpang tersebut, yang pasti adalah petugas Wings Air tersebut sudah saatnya dirotasi,” ujarnya.

Danlanud menambahkan, pihaknya tetap memonitor dan memperlancar agar semua penumpang bisa mudik dengan aman, dan situasi keamanan di bandara Pattimura tetap terjaga.

Sebagaimana dikutip detik.com, Direktur Keamanan Penerbangan Kementerian Perhubungan M Nasir Usman yang dikonfirmasi Sabtu, 9/7) membenarkan peristiwa ini.

“Betul sekali sudah diproses, sikat siapa saja yang tidak penuhi aturan tidak peduli siapa mereka, Bapak Menhub mendukung hal-hal yang demikian, semua harus taat aturan dan awak pesawat (pilot In command) bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan penumpang beserta isinya selama didalam pesawat. ” Jelas Nasir.

Sementara itu, informasi yang berhasil dihimpun dari sumber terpercaya di kepolisian sektor Bandara Pattimura menyebutkan kasus ini tidak diproses lanjut karena pihak maskapai penerbangan tidak mengajukan laporan secara resmi ke polisi.

“Memang benar ada kasus tersebut, namun sudah diselesaikan. Pihak maskapai juga tidak membuat laporan ke polisi sehingga tidak diproses lanjut,” ungkap sumber tersebut.  (MP-11)

Pos terkait