Langgur, Maluku Post.com – Sosok anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) seharusnya menjadi sosok teladan dalam tindakannya dalam kehidupan bermasyarakat, namun hal ini berbeda dengan oknum Anggota TNI Angkatan Darat di Kabupaten Maluku Tenggara.
Budaya antri yang merupakan contoh kecil untuk menjadi panutan tidak diindahkan oknum anggota TNI AD tersebut, berbekal pakaian dinas lengkap, oknum tersebut tidak mengantri saat melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Langgur, Sabtu (9/7).
Entah buru-buru karena tugas atau memang malas antri, dengan cuek mengacuhkan masyarakat lain yang sedang mengantri, ironisnya oknum anggota TNI AD tersebut menyerobot dan mengisi BBM-nya pada jalur kendaraan roda empat.
Salah seorang warga yang enggan namanya dipublikasikan menyaksikan hal ini mengaku kecewa dengan pelayanan di SPBU tersebut, selain itu warga tersebut menyesal dengan tindakan oknum TNI AD yang berpakaian dinas lengkap itu.
“Saya paling kecewa dengan pelayanan ini, masa anggota TNI AD yang baru datang saja langsung dilayani petugas, sedangkan kita yang dari tadi antri ini bagaimana??, sebenarnya SPBU ini milik siapa???? Memangnya milik TNI???,” ungkapnya.
Seorang ibu yang mengantri juga menyampaikan kekesalannya, “orang lain antri dibawa terik panas matahari, tapi ada oknum TNI AD yang isi bensin diluar jalur antrian, anehnya petugas SPBU tetap layani, tidak pernakah terpikir orang banyak yang antri dengan kondisi cuaca panas terik ini, pimpinan SPBU ini buat aturan disini atau tidak??? Mentang-mentang Anggota TNI AD dan gunakan pakaian dinas lalu dengan seenaknya menerobos antrean ini,” kesalnya.
Ibu tersebut menambahkan, Panglima Kodam XVI Pattimura hendaknya memberikan pelajaran tata krama dan berbudaya antri bagi para anggotanya. Hal ini agar anggotanya dilapangan bisa memberikan contoh yang baik bagi warga.
“Saya harapkan bapak Panglima Kodam XVI Pattimura untuk mendidik anak buah tentang budaya antri sehingga bisa memberikan contoh yang baik bagi masyarakat, jangan cuma takuti warga dengan pakaian dinas dan senjata,” tandasnya.
Sementara itu, salah satu karyawan SPBU tersebut yang enggan menyebutkan namanya mengakui bahwa kejadian ini sudah sering terjadi. (MP-15)


