Ambon, Maluku Post.com – Mahasiswa asal Provinsi Maluku Utara Malut yang sedang melanjutkan studi di Kota Ambon, meminta perhatian dari pemerintah Provinsi (pemprov) Maluku Utara (Malut) terhadap mereka. Hal ini disampaikan Ketua Forum mahasiswa Tobelo-Galela, Edom Tenga Bayau di Ambon, Minggu (10/7).
Menurut Bayau, hampir 5 tahun dirinya memantau dan melihat bahwa Pemprov Malut kelihatannya mendiskriminasi para siswa/ mahasiswa asal Provinsi yang melanjutkan studi di Ambon.
“Hal ini bisa terlihat jelas, di daerah lain ternyata pemerintah Provinsi Malut bisa membangun asrama bagi mahasiswa, selain itu juga diberikan beasiswa dan kegiatan Kemahasiswaan pun dibantu,”ungkapnya.
Bayau menambahkan, sedangkan dirinya bersama dengan teman-teman mahasiswa asal Malut di kota Ambon, tidak pernah sedikitpun diperhatikan oleh pemprov Malut.
Bayau berharap, kiranya di akhir periode masa kepemimpinan Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba dapat memperhatikan anak-anak daerah Malut yang berada di Kota Ambon.
“Pak Gubernur Malut semoga di akhir periodenya dapat melihat putra-putri asal Malut yang sedang melanjutkan studi di Kota Ambon, minimal asrama mahasiswa Malut atau beasiswa maupun kegiatan-kegiatan yang dilakukan para mahasiswa asal Malut bisa diapresiasi dengan baik dan bijak,” tandasnya. (MP-8)


