Realisasi PAD Kota Ambon Mengalami Peningkatan

Ambon, Maluku Post.com - Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LPK) masa akhir jabatan periode 2011-2016 mengatakan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Ambon terhitung sejak 2011 hingga 2015 terus mengalami peningkatan. Menurut Louhenapessy, realisasi pendapatan sejak tahun 2011 sebesar Rp696.67 miliar meningkat pada tahun 2015 mencapai Rp1,86 triliun selama lima tahun kepemimpinan realisasi bertambah hingga mencapai Rp389,54 miliar atau 56 persen dengan rata-rata pertumbuhan per tahunnya mencapai 11,78 persen. "Pada masa kepemimpinan kita periode 2011-2015 realisasi pendapatan meningkat hingga pada ambang Rp1,86 triliun dipengaruhi dengan rata-rata pertumbuhan per tahunnya sebesar 11,78 persen," ujar Louhenapessy di Ambon, Jumat (1/7). Dijelaskan Louhenapessy, peningkatan pendapatan daerah turut dipengaruhi oleh peningkatan pendapatan asli daerah yaitu pada tahun 2011 terealisasi sebesar Rp53,33 miliar atau menyumbang 7,43 persen dari totalan pendapatan daerah tahun 2011. Sementara pada tahun 2015, kata Louhenapessy bahwa PAD yang terealisasi mencapai Rp115,53 miliar atau menyumbang 10,81 persen dari totalan pendapatan daerah. "Dengan demikian, selama tahun 2011-2015, terjadi peningkatan PAD sebesar Rp62,20 miliar atau 11 persen," jelasnya. Louhenapessy menambahkan, penerimaan yang bersumber dari dana perimbangan atau pendapatan transfer pemerintah dan pemerintah provinsi juga mengalami peningkatan dari tahun 2011 terealisir sebesar Rp634,66 miliar menjadi Rp962,82 miliar atau bertambah Rp328,16 miliar dengan nilai rata-rata pertumbuhan 11,78 persen. (MP-8) Ambon, Maluku Post.com - Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LPK) masa akhir jabatan periode 2011-2016 mengatakan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Ambon terhitung sejak 2011 hingga 2015 terus mengalami peningkatan. Menurut Louhenapessy, realisasi pendapatan sejak tahun 2011 sebesar Rp696.67 miliar meningkat pada tahun 2015 mencapai Rp1,86 triliun selama lima tahun kepemimpinan realisasi bertambah hingga mencapai Rp389,54 miliar atau 56 persen dengan rata-rata pertumbuhan per tahunnya mencapai 11,78 persen. "Pada masa kepemimpinan kita (Richard Lohenapessy dan Sam Latuconsina) periode 2011-2015 realisasi pendapatan meningkat hingga pada ambang Rp1,86 triliun dipengaruhi dengan rata-rata pertumbuhan per tahunnya sebesar 11,78 persen," ujar Louhenapessy di Ambon, Jumat (1/7). Dijelaskan Louhenapessy, peningkatan pendapatan daerah turut dipengaruhi oleh peningkatan pendapatan asli daerah yaitu pada tahun 2011 terealisasi sebesar Rp53,33 miliar atau menyumbang 7,43 persen dari totalan pendapatan daerah tahun 2011. Sementara pada tahun 2015, kata Louhenapessy bahwa PAD yang terealisasi mencapai Rp115,53 miliar atau menyumbang 10,81 persen dari totalan pendapatan daerah. "Dengan demikian, selama tahun 2011-2015, terjadi peningkatan PAD sebesar Rp62,20 miliar atau 11 persen," jelasnya. Louhenapessy menambahkan, penerimaan yang bersumber dari dana perimbangan atau pendapatan transfer pemerintah dan pemerintah provinsi juga mengalami peningkatan dari tahun 2011 terealisir sebesar Rp634,66 miliar menjadi Rp962,82 miliar atau bertambah Rp328,16 miliar dengan nilai rata-rata pertumbuhan 11,78 persen. (MP-8)

Ambon, Maluku Post.com – Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LPK) masa akhir jabatan periode 2011-2016 mengatakan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Ambon terhitung sejak 2011 hingga 2015 terus mengalami peningkatan.

Menurut Louhenapessy, realisasi pendapatan sejak tahun 2011 sebesar Rp696.67 miliar meningkat pada tahun 2015 mencapai Rp1,86 triliun selama lima tahun kepemimpinan realisasi bertambah hingga mencapai Rp389,54 miliar atau 56 persen dengan rata-rata pertumbuhan per tahunnya mencapai 11,78 persen.

“Pada masa kepemimpinan kita (Richard Lohenapessy dan Sam Latuconsina) periode 2011-2015 realisasi pendapatan meningkat hingga pada ambang Rp1,86 triliun dipengaruhi dengan rata-rata pertumbuhan per tahunnya sebesar 11,78 persen,” ujar Louhenapessy di Ambon, Jumat (1/7).

Dijelaskan Louhenapessy, peningkatan pendapatan daerah turut dipengaruhi oleh peningkatan pendapatan asli daerah yaitu pada tahun 2011 terealisasi sebesar Rp53,33 miliar atau menyumbang 7,43 persen dari totalan pendapatan daerah tahun 2011.

Sementara pada tahun 2015, kata Louhenapessy bahwa PAD yang terealisasi mencapai Rp115,53 miliar atau menyumbang 10,81 persen dari totalan pendapatan daerah.

“Dengan demikian, selama tahun 2011-2015, terjadi peningkatan PAD sebesar Rp62,20 miliar atau 11 persen,” jelasnya.

Louhenapessy menambahkan, penerimaan yang bersumber dari dana perimbangan atau pendapatan transfer pemerintah dan pemerintah provinsi juga mengalami peningkatan dari tahun 2011 terealisir sebesar Rp634,66 miliar menjadi Rp962,82 miliar atau bertambah Rp328,16 miliar dengan nilai rata-rata pertumbuhan 11,78 persen. (MP-8)

Pos terkait