Ambon, Maluku Post.com – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Ambon Fernanda Louhenapessy mengatakan Kota Ambon menerima tambahan empat desa dalam pelaksanaan program pemberdayaan pesisir tahun 2016.
“Empat desa itu adalah Desa Rumah Tiga dan Poka Kecamatan Teluk Ambon, Negeri Rutong Kecamatan Leitimur Selatan dan Negeri Nusaniwe Kecamatan Nusaniwe,” katanya di Ambon, Senin (1/8).
Menurut dia, program pemberdayaan pesisir Coastal Community Development Project (CCDP) dari International Fund for Agricultural Development (IFAD) dimulai di Kota Ambon tahun 2013 hingga 2016 mencapai 13 desa dan negeri di tiga kecamatan.
Tahun 2013 diawali di tiga negeri yakni Laha, Hutumuri, dan Latuhalat, tahun 2014 dilanjutkan di enam desa yakni Tawiri, Hative Besar, Hukurila, Kilang, Seilale, dan Seri.
“Dari hasil penilaian yang dilakukan CCDP IFAD Ambon mendapat penghargaan cluster I terbaik 2015 untuk proyek pembangunan masyarakat pesisir sehingga mendapat tambahan bantuan empat desa di tahun 2016,” ujarnya.
Fernanda menyatakan Ambon dinilai terbaik dalam menjalankan program pembangunan masyarakat pesisir dari 13 kota dan kabupaten di Indonesia yang menjalankan program CCDP IFAD.
Proyek pembangunan masyarakat pesisir CCDP IFAD merupakan kerja sama Ditjen KP3K Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan IFAD untuk pengentasan kemiskinan, penyediaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan yang berkelanjutan.
Program CCDP ini bertujuan mengurangi tingkat kemiskinan dengan meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir yang menjadi sasaran proyek.
“Pelaksanaan proyek ini selama lima tahun, dimulai 23 Oktober 2012 sampai 31 Desember 2017, dengan tenggang waktu penyelesaian administrasi hingga 30 Juni 2018,” ujarnya.
Ditambahkannya, proyek CCDP IFAD dirancang menjadi tiga komponen, yakni pemberdayaan masyarakat, pembangunan dan pengelolaan sumber daya pesisir dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat, komponen pengembangan ekonomi berbasis kelautan dan perikanan dengan fokus korporatisasi pengembangan usaha, dan komponen pengelolaan proyek.
“Seluruh program telah berjalan dengan baik khususnya pemberdayaan nelayan. Kami targetkan tahun 2016 dari sembilan kelompok nelayan yang dibentuk akan ditambah lagi empat kelompok dalam program tersebut,” katanya. (MP-3)


