Ambon, Malukupost.com : Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat kota Tual pada Juli 2016 mengalami inflasi sebesar 0,66 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) 138,51.
“Dari dua kota IHK di Provinsi Maluku, tercatat kota Ambon juga mengalami inflasi sebesar 0,50 persen dengan IHK sebesar 138,51 ,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku, Dumangar Hutauruk, di Ambon, Senin (1/8).
Dia mengatakan, dari 82 kota IHK di Indonesia tercatat 78 kota mengalami inflasi dan empat kota mengalami deflasi.
“Inflasi kota Tual terjadi pada enam kelompok pengeluaran. Tertinggi pada kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 2,20 persen. Inflasi terendah terjadi pada kelompok kesehatan sebesar 0,05 persen. Sedangkan, deflasi hanya terjadi pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,42 persen,” ujarnya.
Komoditas yang menyumbangkan inflasi di Kota Tual adalah ikan ekor kuning, angkutan udara, bayam, kangkung, dan rebung.
Komoditas yang dominan menyumbang deflasi adalah ikan teri, embal gepe, lengkuas, singkong dan kayu balokan.
Dumangar mengatakan, dari 82 kota IHK di Indonesia, Tual pada Juli 2016 menduduki peringkat pertama dan inflasi bulanan Tual menduduki peringkat 45, inflasi tahun kalender Tual menduduki peringkat 41 serta inflasi dari tahun ke tahun juga menduduki peringkat 40.
“Tingkat inflasi tahun kalender Kota Tual pada Juli 2016 sebesar 1,78 persen dan tingkat inflasi dari tahun ke tahun (Juli 2016 terhadap Juli 2015) sebesar 3,37 persen,” katanya.
Pada Juli 2016 Kota Tual terjadi inflasi sebesar 0,66 persen, lanjutnya, atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 137,60 pada Juni 2016 menjadi 138,51 pada Juli 2016.


