![]() |
| ilustrasi |
Ambon, Maluku Post.com – Masyarakat Pesisir Kota Ambon, Maluku, menerima bantuan pemberdayaan masyarakat “coastal community development project” (CCDP) dari International Fund for Agricultural Development (IFAD).
Bantuan pemberdayaan masyarakat diserahkan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy kepada perwakilan penerima bantuan di 13 desa dan negeri pada tiga kecamatan, Senin (1/8).
Bantuan yang diserahkan berupa alat tangkap gillnet kepada 13 kelompok masyarakat, kapal perikanan tangkap (purse seine) kepada satu kelompok usaha bersama, yakni KUB Salber Negeri Latuhalat kecamatan Nusaniwe.
Selain itu kepada kelompok budidaya ikan bantuan keramba jaring apung kepada kelompok Sentosa Desa Waiheru Kecamatan Teluk Ambon serta bantuan saran pemasaran bergerak roda tiga.
Richard menyatakan, bantuan diberikan setelah dilakukan identifikasi dan verifikasi calon penerima sehingga bantuan tersebut tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh nelayan.
“Kita bersyukur Kota Ambon masih diberikan kesempatan untuk menerima bantuan guna meningkatkan kesejahteraan nelayan. Bantuan yang diterima diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik,” katanya.
Ia mengakui, Ambon memiliki potensi perikanan yang sangat menjanjikan jika ditunjang infrastruktur pendukung yang memadai dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Proyek perikanan yang diberikan pemerintah kepada Kota Ambon memberikan manfaat bagi para nelayan khususnya pesisir dan yang terpenting harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
“Bantuan yang diberikan saat ini tepat sasaran dan tepat guna, yakni kepada kelompok masyarakat pesisir yang selama ini melakukan aktivitas tangkap maupun budidaya dengan baik dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Richard menyatakan, pemerintah berupaya menjaga laut dan tugas nelayan adalah tinggal mencari ikan dengan cara yang benar sehingga tidak merusak laut.
Mewujudkan upaya tersebut, dibutuhkan peran serta para nelayan melalui cara penangkapan ikan yang tidak benar, baik dengan trawl (pukat harimau), potas (pottasium) dan dinamit/bom ikan agar dapat dihentikan.
“Cara penangkapan ikan di Kota Ambon selama ini menggunakan cara yang tepat dengan tidak merusak ekosistem laut, kita berharap bantuan yang akan diberikan dapat membantu para nelayan untuk meningkatkan kesejahteraan,” katanya. (MP-2)


