Ambon, Maluku Post.com – Dipastikan hari ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Provinsi Maluku, Frans. Johanes Papilaya dilantik menjadi penjabat Walikota Ambon, menggantikan Walikota dan Wakil Walikota Ambon, Richard Louhenapessy – MAS Latuconsina, yang masa jabatan berakhir 4 Agustus 2016.
Frans Johanes Papilaya, yang biasa disapa Angki, akan dilantik secara resmi oleh Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff, sesuai Surat Keputusan (SK) Mentri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, nomor 131-81-5877. Dan SK Mendagri nomor 131.81-5875 tentang pemberhentian Walikota Ambon Richard dan SK Mendagri nomor 132.81.5876 tentang pemberhentian Wakil Walikota Ambon, MAS. Latuconsina, yang masa jabatan sudah berakhir 4 Agustus 2016. Pelantikan akan berlangsung dilantai tujuh kantor Gubernur Maluku, Kamis (4/8), pukul 10.00 WIT.
Menurut Kepala Bagian Humas, Biro Umum, Provinsi Maluku, Bobby Palapia, undangan pelantikan sudah diberikan kepada seluruh tamu, baik itu dilingkup Pemerintah Provinsi Maluku, Bupati/Walikota dan seluruh pimpinan SKDP lingkup Pemerintah kota Ambon.
Dijelaskan Palapia, Gubernur Maluku mengharapkan kepada seluruh warga Maluku, terkhususnya kota Ambon untuk tetap menjaga stabilitas keamanan, sehingga proses pelantikan dapat berjalan dengan aman dan lanjar. Dan kepada warga kota, untuk mendukung dan menyukseskan program kerja Papilaya, hingga terpilihnya Walikota – Wakil Walikota definitif.
Sebelumnya, Gubernur telah mengusulkan tiga nama calon penjabat, yakni Lutfi Rumbia (Staf Ahli Gubernur Maluku), Jusuf Putirullan (Kasad Pol PP) dan Angky Papilaya (Kadis Perindag) Maluku.
Menurut Assagaff, dari nama-nama yang diusulkan tersebut, tidak ada yang dispesialkan olehnya. Sebab semua pejabat eselon II dalam lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku adalah sama alias tidak dibeda-bedakan antara satu dan yang lainnya.
“Kalau dulu kan biasanya kita ambil dari Inspektorat atau para asisten. Kali ini tidak lagi, karena bagi saya semua sama,” tandas Assagaff.
Assagaff menambahkan, ketiga nama yang diusulkan tersebut, masing-masing memiliki kompetensi yang sama untuk bisa membangun Kota bertajuk manise tersebut.( MP-7)


