Angka Kemiskinan Di Ambon Turun 4,7 Persen

Ambon, Maluku Post.com - Data Badan Pusat Statistik (BPS) kota Ambon, Maluku menunjukkan angka kemiskinan mengalami penurunan 4,7 persen atau 16.900 jiwa pada tahun 2015. "Terjadi kecenderungan penurunan jumlah penduduk miskin dari tahun ke tahun di kota Aini, dari tahun 2012 berjumlah 23.400 jiwa atau 6,83 persen menjadi 4,7 persen," Kata Wakil Wali Kota Ambon, Sam Latuconsina, Rabu (3/8). Ia menyatakan, sejak Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy dan Wawali dilantik angka kemiskinan mencapai 10-11 persen dan tahun 2015 mencapai 4,7 persen hal ini menunjukkan penurunan angka kemiskinan. "Melalui visi dan misi yang kami canangkan yakni meningkatkan kesejahteraan warga kota, indikasi kemajuan kesejahteraan melalui pelayanan mengalami perbaikan yakni kita lihat dari tingkat kesejahteraan dengan penurunan angka kemiskinan berhasil," ujarnya. Diakuinya, dari sisi angka pengangguran belum berhasil diturunkan yakni masih pada angka 30 persen atau dibutuhkan perhatian bersama. Tingginya angka pengangguran bukan karena pemerintah tidak bisa menangani tetapi karena beban Ambon sebagai Ibu kota provinsi mengakibatkan banyak orang dari kabupaten dan kota di Maluku yang datang ke kota ini. "Ambon menjadi gula bagi para pekerja di kabupaten dan kota di Maluku bahkan regional semua datang di Ambon.Kedepan kita berharap ada kebijakan dari Pemprov dan Pempus sehingga daerah lain juga dapat berkembang, serta akses pekerjaan terbuka luas," katanya. Menurut Sam, beberapa capaian positif telah diraih meskipun disadari masih banyak hal yang perlu dibenahi, diperbaiki dan ditingkatkan. Selain penurunan jumlah penduduk miskin, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada pada angka 79,58 dan menempati peringkat pertama kabupaten dan kota di Maluku. "Selain itu menempati peringkat ke tujuh kabupaten dan kota secara nasional. Pencapaian ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan lagi," katanya. Dikatakannya, parameter pencapaian IPM diantaranya usia rata-rata hidup, angka kelahiran dan kematian ibu dan anak, serta tingkat kelulusan. "Capaian positif yang diraih dapat menjadi pendorong untuk melakukan yang lebih baik lagi, karena tidak dipungkiri masih banyak yang perlu ditingkatkan," ujarnya. Ia menambahkan, tahun 2016 merupakan tahun terakhir dalam tahapan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) kota Ambon tahun 2011 - 2016. "Apa yang dicapai selama ini menjadi momentum, pembelajaran sekaligus bahan evaluasi untuk melanjutkan pembangunan, bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," tandas Sam. (MP-2)

Ambon, Maluku Post.com – Data Badan Pusat Statistik (BPS) kota Ambon, Maluku menunjukkan angka kemiskinan mengalami penurunan 4,7 persen atau 16.900 jiwa pada tahun 2015.

“Terjadi kecenderungan penurunan jumlah penduduk miskin dari tahun ke tahun di kota Aini, dari tahun 2012 berjumlah 23.400 jiwa atau 6,83 persen menjadi 4,7 persen,” Kata Wakil Wali Kota Ambon, Sam Latuconsina, Rabu (3/8).

Ia menyatakan, sejak Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy dan Wawali dilantik angka kemiskinan mencapai 10-11 persen dan tahun 2015 mencapai 4,7 persen hal ini menunjukkan penurunan angka kemiskinan.

“Melalui visi dan misi yang kami canangkan yakni meningkatkan kesejahteraan warga kota, indikasi kemajuan kesejahteraan melalui pelayanan mengalami perbaikan yakni kita lihat dari tingkat kesejahteraan dengan penurunan angka kemiskinan berhasil,” ujarnya.

Diakuinya, dari sisi angka pengangguran belum berhasil diturunkan yakni masih pada angka 30 persen atau dibutuhkan perhatian bersama.

Tingginya angka pengangguran bukan karena pemerintah tidak bisa menangani tetapi karena beban Ambon sebagai Ibu kota provinsi mengakibatkan banyak orang dari kabupaten dan kota di Maluku yang datang ke kota ini.

“Ambon menjadi gula bagi para pekerja di kabupaten dan kota di Maluku bahkan regional semua datang di Ambon.Kedepan kita berharap ada kebijakan dari Pemprov dan Pempus sehingga daerah lain juga dapat berkembang, serta akses pekerjaan terbuka luas,” katanya.

Menurut Sam, beberapa capaian positif telah diraih meskipun disadari masih banyak hal yang perlu dibenahi, diperbaiki dan ditingkatkan. Selain penurunan jumlah penduduk miskin, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada pada angka 79,58 dan menempati peringkat pertama kabupaten dan kota di Maluku.

“Selain itu menempati peringkat ke tujuh kabupaten dan kota secara nasional. Pencapaian ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan lagi,” katanya.

Dikatakannya, parameter pencapaian IPM diantaranya usia rata-rata hidup, angka kelahiran dan kematian ibu dan anak, serta tingkat kelulusan.

“Capaian positif yang diraih dapat menjadi pendorong untuk melakukan yang lebih baik lagi, karena tidak dipungkiri masih banyak yang perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, tahun 2016 merupakan tahun terakhir dalam tahapan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) kota Ambon tahun 2011 – 2016.

“Apa yang dicapai selama ini menjadi momentum, pembelajaran sekaligus bahan evaluasi untuk melanjutkan pembangunan, bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tandas Sam. (MP-2)

Pos terkait