Ambon, Malukupost.com – Seluruh pemuda-pemudi Maluku dihimbau untuk meneladani semangat nasionalisme yang diwarisi Alexander Yacob (AY) Patty, sebagai pejuang/perintis kemerdekaan RI yang turut mengimajinasikan dan mentransformasikan semangat kedaerahan atau ke-Maluku-an sebagai modal sosial dalam rangka lahirnya semangat nasionalisme dan patriotisme untuk kemerdekaan negara ini, demikian disampaikan Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua dalam sambutannya pada upacara pemakaman kerangka jenazah AY Patty di Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kapahaha, Ambon, Kamis (23/3)
Menurut Sahuburua, upaya membangun semangat nasionalisme dilakukan sejak beliau (AY Patti) pindah ke Semarang, dengan mendirikan perkumpulan Kemakmuran rakyat Ambon yang organisasinya lebih bersifat sosial. seiring dengan menguatnya isu nasionalisme, sebagaimana gerakan Budi Utomo, Serikat Islam yang dipelopori oleh KH. Agus Salim Cokroaminoto, dan seorang pahlawan asal Maluku yaitu A.M Sangadji dan yang lain.
“Alexander Jacob Patty kemudian melakukan terobosan Serikat Ambon pada tanggal 9 Mei 1920. Dari Serikat Ambon ini, gagasan nasionalisme disebarkan ke berbagai kota besar di Jawa, dan kota-kota di pulau Jawa didirikan Serikat Ambon sebagai basis perjuangan,” ujarnya.
Dijelaskan Sahuburua, sikap kritis dan konsistensi di dalam mengkritik kebiadaban kolonial Belanda yang menindas dan merampas kekayaan negerinya membuat pemerintah kolonial membuangnya ke Makasaar, Bengkulu hingga ke Papua sampai perang dunia kedua dan baru bisa meloloskan diri ke Australia setelah masa penjajahan Jepang.
“Ditengah perjuangan bangsa ini membangun harga diri dan martabatnya, terlepas dari kolonialisme Belanda saat itu para putri dan putri terbaik bangsa telah berjuang dengan sekuat tenaga untuk kemerdekaan bangsa ini,” ungkapnya.
Sahuburua menambahkan, Selain itu dalam barisan serikat Ambon itu, AY Patty menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan keberdayaannya juga mendorong upaya-upaya di bidang ekonomi maupun politik.
“Olehnya itu, nilai-nilai inilah yang harus selalu “Living” (Hidup), diwujudkan dan diwariskan kepada generasi penerus. Jangan sampai spirit nasionalisme oleh AY Patty itu dibonsai atau dihancurkan oleh kepentingan sektarian yang berbasis agama, kampung, suku dan golongan,” cetusnya. (MP-7)


