Kolaborasi Tarian Meti Kei Raih Rekor Muri Di FPMK

  • Whatsapp
Langgur, Malukupost.com - Kabupaten Maluku tenggara akhirnya berhasil mendapat 2 penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) karena berhasil memecahkan rekor kategori 425 jenis makanan olahan dengan bahan baku enbal, dan menampilkan kolaborasi 5 tarian yang dinamakan Tarian Meti Kei dalam satu irama musik tradisional secara serempak yang dibawakan oleh 3000 penari.  Berdasarkan pantauan media ini, kolaborasi Tarian Meti Kei dan makanan dengan olahan bahan baku Enbal ditampilkan pada puncak kegiatan Festival Pesona Meti Kei (FPMK) Tahun 2017 yang disaksikan oleh ribuan warga masyarakat yang membanjiri Lokasi Wisata Pantai Ngur Bloat (Pasir Panjang), Ohoi Ngilngof, Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu (22/10).

Langgur, Malukupost.com – Kabupaten Maluku tenggara akhirnya berhasil mendapat 2 penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) karena berhasil memecahkan rekor kategori 425 jenis makanan olahan dengan bahan baku enbal, dan menampilkan kolaborasi 5 tarian yang dinamakan Tarian Meti Kei dalam satu irama musik tradisional secara serempak yang dibawakan oleh 3000 penari.

Berdasarkan pantauan media ini, kolaborasi Tarian Meti Kei dan makanan dengan olahan bahan baku Enbal ditampilkan pada puncak kegiatan Festival Pesona Meti Kei (FPMK) Tahun 2017 yang disaksikan oleh ribuan warga masyarakat yang membanjiri Lokasi Wisata Pantai Ngur Bloat (Pasir Panjang), Ohoi Ngilngof, Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu (22/10).

Pemberian penghargaan Rekor MURI diterima langsung oleh Bupati Malra, dan disaksikan oleh Sekretaris Menteri Pariwisata RI, Wakil Gubernur Maluku, perwakilan dari Kemenko Kemaritiman dan seluruh tamu undangan lainnya serta seluruh masyarakat yang hadir dalam acara puncak tersebut.

Manager MURI, Andre Prawandono kepada malukupost.com di Langgur, Senin (23/10) mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi Tarian Kei, dimana tarian kolaborasi dari 5 jenis tarian yang diperagakan secara bersama dalam sebuah irama tradisional.

“Luar biasa, kami sangat apresiasi, 3000 penari menampilkan 5 jenis tarian berbeda dalam satu irama tari secara serempak, apalagi 3000 penari ini semuanya anak sekolah,” katanya.

Menurut Prawandono, rekor tahun ini mengalahkan rekor tahun kemarin dimana pada tahun 2016 pada kegiatan yang sama dimana saat itu Pemda Malra raih penghargaan Rekor MURI untuk kategori 2000 penari dalam satu tarian yakni tarian panah.

“Kalau di tahun kemarin Maluku Tenggara raih rekor MURI dengan 2000 penari, namun tahun ini lebih baik, karena ada 3000 penari dengan kolaborasi 5 tarian yang diperagakan dalam satu irama musik tradisional Kei,” tandasnya.

Prawandono katakan, selain kolaborasi Tarian Meti Kei yang meraih rekor MURI juga 425 jenis makanan olahan dengan bahan baku enbal.

“Pada tahun kemarin cuma 200 jenis makanan olahan dengan bahan baku enbal, namun di tahun ini mencapai 425 jenis olahan, ini hal positif yang diraih Pemda Malra,” ungkapnya.

Prawandono berharap dengan prestasi yang diraih oleh Pemda Malra lewat event FPMK dapat menjadikan Pariwisata di kepulauan Kei sebagai tempat para wisatawan.

“Wisatawan asing dan domestik semakin berlomba-lomba mengunjungi dan menikmati keindahan panorama alam dan pesona laut, destinasi-destinasi wisata, adat-istiadat dan budaya di kepulauan Kei,” ujarnya. (MP-11)

Pos terkait