Sispala SMAN 1 Ambon “Patra-28” Resmi Diaktifkan

Ambon, Malukupost.com - Organisasi Siswa Pecinta Alam (Sispala) SMA Negeri (SMAN) 1 Ambon “Pattra-28” yang sudah 13 tahun dinonaktifkan secara resmi diaktifkan kembali oleh Kepala SMAN 1 Ambon, Dra. C. Mustamu, MPd yang dilakukan dalam upacara bendera memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-89, di Ambon, Senin (30/10) “Saya kepala SMA Negeri 1 Ambon, dengan ini secara resmi menyatakan mengaktifkan kembali kegiatan ekstrakurikuler organisasi siswa pecinta alam SMA Negeri 1 Ambon Pattra-28, sekaligus membuka secara resmi pendidikan dan latihan dasar Angkatan IX Pattra-28,” ungkap Mustamu.

Ambon, Malukupost.com – Organisasi Siswa Pecinta Alam (Sispala) SMA Negeri (SMAN) 1 Ambon “Pattra-28” yang sudah 13 tahun dinonaktifkan secara resmi diaktifkan kembali oleh Kepala SMAN 1 Ambon, Dra. C. Mustamu, MPd yang dilakukan dalam upacara bendera memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-89, di Ambon, Senin (30/10)

“Saya kepala SMA Negeri 1 Ambon, dengan ini secara resmi menyatakan mengaktifkan kembali kegiatan  ekstrakurikuler organisasi siswa pecinta alam SMA Negeri 1 Ambon Pattra-28, sekaligus membuka secara resmi pendidikan dan latihan dasar Angkatan IX Pattra-28,” ungkap Mustamu.

Berdasarkan pantauan, selain pernyataan deklarasi pengaktifan kembali Pattra-28, Mustamu juga menyerahkan bendera organisasi kepada Ketua Tim Kerja Pembentukan Angkatan IX Pattra-28 dan Rapat Umum Luar Biasa Pattra-28 Subagio Riyadi.

Mustamu juga menyematkan slayer calon anggota kepada Marcheylla Metubun, seorang perwakilan siswa, sebagai tanda dibukanya pendidikan dan latihan dasar Angkatan IX Pattra-28.

Acara ini mendapat sambutan luar biasa dari para siswa, guru, anggota senior Pattra-28,  dan beberapa perwakilan komunitas pecinta alam Maluku. Terlebih lagi, pada saat itu, dilaksanakan pula atraksi gabungan dari dua orang aktivis pecinta alam, masing-masing dari Kelompok Pecinta Alam (KPA) Elang Rimba dan Pattra-28 yang melakukan atraksi rappelling.

Atraksi rappelling yakni teknik menuruni ketinggian dari lantai 3 gedung sekolah sampai permukaan tanah dengan menggunakan tali. Rappelling dilakukan sambil membawa bendera Merah Putih dan bendera organisasi Pattra-28, serta membentangkan sebuah spanduk bertuliskan, “Selamat datang rimbawan muda, lama nian kami rindukan kamu”.

Mustamu dalam arahannya kepada para aktivis Pattra-28 mengatakan, dirinya menyambut baik keinginan para aktivis senior Pattra-28 yang menghendaki organisasi sispala pertama di Maluku tersebut dihidupkan kembali.

“Alasannya, sispala sejalan dengan tujuan pendidikan nasional, yang mana selain meningkatkan kemampuan akademik, sekolah juga harus mampu membentuk karakter siswa menjadi generasi muda yang berpikir positif, berani dan terhindar dari perilaku negatif yang marak dewasa ini seperti narkoba, seks bebas, balapan liar dan tawuran,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pembentukan Angkatan IX Pattra-28 dan Rapat Umum Luar Biasa Pattra-28, Subagio Riyadi mengatakan, dalam kegiatan pecinta alam dan petualangan di alam bebas, maka energi yang dimiliki oleh remaja perlu disalurkan kepada hal-hal positif.

“Dengan aktivitas tersebut, kami yakin para siswa tidak punya kesempatan untuk terlibat dalam berbagai tindakan negatif,” pungkasnya.

Subagio menambahkan, setelah deklarasi pengaktifan kembali Pattra-28, maka aktivitas sispala ini akan ditandai dengan pengenalan materi-materi dasar pecinta alam kepada para calon anggota.

“Kegiatan ini akan dilakukan setiap hari Sabtu sesuai jadwal sekolah, dan dipastikan tidak akan mengganggu jam belajar para siswa,” ujarnya.

Sekedar diketahui, Pattra-28 didirikan di SMA Negeri 1 Ambon pada tanggal 28 Oktober 1995, bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda ke-67.  Kelahiran ini tercatat sebagai hadirnya organisasi sispala pertama di Maluku dan Maluku Utara. Nama Pattra-28 merupakan kependekan Pattimura Raya nomor 28 yaitu alamat SMA Negeri 1 Ambon.

Sejak didirikan, Pattra-28 secara rutin melakukan pendidikan dan pelatihan dasar, sampai delapan angkatan. Selain itu, terlibat dalam berbagai kegiatan daerah maupun nasional.

Pada masa-masa pasca konflik di Ambon, para aktivis Pattra-28 juga melakukan usaha-usaha mencairkan kebekuan relasi antarkomunitas di Kota Ambon. Hal ini dilakukan dengan kunjungan silaturahmi dan kegiatan bersama dengan komunitas berbeda. (MP-8)

Pos terkait