Langgur, Malukupost.com – Anugerah Pesona Indonesia (API) Tahun 2017 memasuki tahun kedua yang mengajak masyarakat untuk memilih nominasi destinasi terbaik Indonesia. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dengan laman www.ayojalanjalan.com. Kegiatan yang bertajuk Malam Penghargaan Anugerah Pesona Indonesia Tahun 2017 kepada seluruh insan Pariwisata Indonesia tersebut, digelar pada tanggal 25 November 2017 dan dipusatkan di Grand Studio Metro TV Jakarta.
Setelah sukses meraih juara dalam API Tahun 2016 pada kategori Surga Tersembunyi Terpopuler (Most Popular Hidden Paradise), Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) kembali meraih prestasi dalam ajang yang sama yakni API Tahun 2017, dimana makanan tradisional ENBAL terpilih sebagai juara dalam kategori Makanan Tradisional Terpopuler (Most Popular Traditional Dishes).
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malra, Roy Rahajaan dikonfirmasi di Langgur, Rabu (29/11), mengatakan dari enam nominasi yang diikutsertakan oleh Dinas Pariwisata Malra dalam ajang API 2017 ini hanya satu nominasi yang meraih juara yakni ENBAL.
“Dalam ajang API Tahun 2017 ini Malra mengirimkan 6 nominasi, tetapi pada tahap awal itu 4 nominasi gugur, dan hanya 2 saja yang masuk nominasi, dan tahap akhir itu hanya ENBAL saja yang masuk nominasi Juara, karena untuk Ohoi Tanimbar Kei sebagai Desa Tradisional Terpopuler itu vote (dukungan/polling SMS) kurang, sehingga hanya ENBAL saja sebagai makanan tradisional yang mendapat dukungan,” ujarnya.
Rahajaan katakan, berdasarkan hasil polling sms yang mendukung ENBAL sebagai makanan tradisional terpopuler bukan hanya dari masyarakat Kei, namun dukungan vote tersebut datang dari luar negeri.
“Berdasarkan data yang ada di API 2017 ini, dukungan vote (poling SMS) ini bukan hanya datang dari masyarakat Kei saja, tetapi ada juga dari luar negeri yakni Belanda, Amerika (yang terbanyak) dan Australia. Tiga negara itu warganya yang paling banyak mendukung ENBAL sebagai makanan tradisional terpopuler,” katanya.
Menurut Rahajaan, peserta yang ikut dalam ajang API Tahun 2017 ini berasal dari seluruh provinsi di Indonesia, dan khusus untuk Provinsi Maluku hanya diwakili oleh dua Kabupaten saja.
“Peserta yang ikut dalam ajang API 2017 ini adalah seluruh provinsi di Indonesia, dan untuk Provinsi Maluku ada dua kabupaten yang masuk nominasi juara yakni Pulau Banda (Kabupaten Maluku Tengah) yang meraih Juara 3 untuk kategori Tempat Menyelam Terpopuler (Most Popular Diving Spot), dan Kabupaten Malra dengan ENBAL-nya meraih Juara 2 untuk kategori Makanan Tradisional Terpopuler (Most Popular Traditional Dishes),” tandasnya.
Dijelaskan Rahajaan, dipilihnya ENBAL dalam kategori juara tersebut berdasarkan vote (poling SMS). Selain itu, di Malra sekarang sudah diolah 400 jenis menu tradisional dengan bahan bakunya ENBAL, yang mana oleh Dinas Ketahanan Pangan disiapkan sebagai wisata kuliner. Oleh karena itu, pihaknya mengajukan ENBAL ini karena jika dilihat dan dinilai dari segi kelayakan (higienis), sudah memenuhi syarat dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) itu sendiri.
“Untuk hasil-hasil produk yang dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Malra saat ini semuanya sudah ada izin dari BPOM, bahkan yang diproduksi oleh kelompok-kelompok binaan Dinas Perindag itu semua dilengkapi dengan label HALAL,” ungkapnya.
Diungkapkan Rahajaan, keberhasilan Malra dalam ajang API Tahun 2017 tersebut tidak terlepas dari dukungan dari warga masyarakat baik itu yang ada di Kepulauan Kei maupun yang ada di luar negeri.
“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh masyarakat yang berada di Kei maupun yang berada di luar Kei yang sudah mendukung ENBAL, dengan memberikan suara (polling SMS) dalam ajang ini, sehingga ENBAL sebagai makanan tradisional Kei ini bisa meraih Juara Kedua pada ajang API Tahun 2017,” paparnya.
Rahajaan menambahkan, pihaknya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Bupati Malra, yang telah memberikan dukungan dalam memajukan pariwisata di Malra.
“Kita mengikuti segala macam ajang tersebut tidak terlepas dari peran kepala daerah dalam hal ini Bupati, dan jujur kami sangat didukung. Kita bisa lihat daerah-daerah lain punya potensi juga yg banyak tetapi kalau kepala daerahnya tidak mendukung itu percuma, olehnya itu kami sangat berterima kasih kepada bapak Bupati Anderias Rentanubun yang sudah mendukung peningkatan promosi pariwisata ini, sehingga kita sudah mulai dikenal tahun 2016 lalu ketika Malra meraih juara dalam API 2016 pada kategori Surga Tersembunyi Terpopuler, dan tahun 2017 ini ENBAL meraih Juara sebagai Makanan Tradisional Terpopuler,” jelasnya.
Rahajaan berharap, terkait pengembangan pariwisata, kiranya seluruh masyarakat Malra bisa bersama-sama mendukung potensi-potensi wisata yang ada, sehingga semakin dikenal.
“Kemarin dalam pengumuman tersebut, dari Kementerian INFOKOM sudah langsung menyampaikan bahwa yang meraih juara-juara dalam API 2017 ini Websitenya selama 1 tahun gratis, artinya tahun 2018 website yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Malra yakni keitourism gratis selama satu tahun itu,” pungkasnya. (MP-11)


