Rumah Gubernur Maluku Non Aktif Ramai

Ambon, Malukupost.com - Rumah pribadi Gubernur Maluku non aktif, Said Assagaff yang berlokasi di kelurahan Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Jumat (15/6), bertepatan perayaan Idul Fitri, 1 Syawal 1439 Hijriah, ramai dengan aktivitas silaturahmi. Nampak tamu dari berbagai kalangan berdatangan untuk menjalin silaturahmi dengan Said dan istrinya, Ny. Retty Assagaff dan anak cucu dalam suasana kekeluargaan sebagai wujud hidup orang basudara (saudara).

Ambon, Malukupost.com – Rumah pribadi Gubernur Maluku non aktif, Said Assagaff yang berlokasi di kelurahan Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Jumat (15/6), bertepatan perayaan Idul Fitri, 1 Syawal 1439 Hijriah, ramai dengan aktivitas silaturahmi.

Nampak tamu dari berbagai kalangan berdatangan untuk menjalin silaturahmi dengan Said dan istrinya, Ny. Retty Assagaff dan anak cucu dalam suasana kekeluargaan sebagai wujud hidup orang basudara (saudara).

Plt Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua disertai para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), masing-masing bersama istri, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan maupun anggota DPRD Maluku, para pimpinan agama, tokoh masyarakat maupun pemuda bersilaturahmi dengan saling memohon maaf, setelah sebulan menunaikan puasa pada Ramadhan.

Said yang petahana Gubernur Maluku dan non aktif sejak 15 Ferbuari hingga 23 Juni 2018 itu terlihat menebar senyum saat menerima para tamu. Selanjutnya bersilaturahmi dengan menyilahkan menikmati aneka makanan, kue maupun minuman disajikan.

Rumah pribadi Said yang lokasi halamannya terbatas sehingga memanfaatkan jalan akses menunju ruas utama Jl. Martha Christina Tiahahu untuk menggelar aneka makanan maupun kue untuk dipesan para tamu sesuai selera.

“Maaf halaman terbatas sehingga memanfaatkan jalan akses untuk menggelar stand agar para pedagang makanan, kue maupun minuman menawarkan produksi mereka kepada para tamu,” ujar Said.

Dia menyukuri Bulan SucicRamadan 1439 Hijriah di Maluku pada umumnya berlangsung aman, lancar dan tercermin jalinan keharmonisan antarumat beragama sebagai warisan leluhur.

“Saya memang bertekad menjadikan Maluku laboratorium kerukunan antarumat beragama di Indonesia sehingga semua pemeluk agama hidup berdampingan dengan damai,” tandasnya.

Karena itu, telah diprogramkan permukiman multikultur yang memungkinan semua suk bangsa di Tanah Air tinggal dalam satu lokasi.

“Presiden Joko Widodo, Kementerian PUPR maupun Agama mendukungnya sehingga sedang dimatangkan pembebasan lahan untuk pembangunan segera direalisasikan,” kata Said. (MP-2)

Pos terkait