Jefo Sangadji, Pencair Trauma Dengan Vlog Gempa Potensi Libur

  • Whatsapp
Beberapa ekspresi Jefo Sangadji di vlog, bersama pendampingnya Bunda Jusmawati Holle di kawasan Galunggung.

Laporan
Rudi Fofid-Ambon
Ambon,
Malukupost
.com– Iwan Fajar Sangadji 
alias
Jefo Sangadji, pelajar SMP Negeri 14 Ambon mendadak viral di berbagai akun
media sosial. Pasalnya, dalam suasana panik gempa 3.3 SR yang baru saja
mengguncang pukul 10.29 WIT,
 materi vlog
yang dibuatnya beredar luas.  Banyak respon positif, tetapi ada juga yang tidak senang.
  
Dalam
video berdurasi 23 detik dan 30 detik, Jefo memperlihatkan suasana di
lingkungan sekolah dan jalan di depan sekolah, pasca gempa.  Dengan logat khas kampong, dia bicara dengan sangat
lancar.
“Gempa
tidak berpotensi tsunami tetapi gempa  berpotensi libur,” ucap Jefo.

Dosen IAIN Ambon Hanafi Holle memberi respon positif kepada Jefo.
“BOCAH JEPO, JADI OBAT TRAUMA MASYARAKAT MALUKU. Tengkyu JEPO SANGADJI…si bocah viral. Daripada orang2 tukang hoax, mending Jepo. Sudah menghibur, jadi obat trauma gempa.

Saran ini….Buat Kepsek, guru2 jangan ada “tindakan berlebihan” Itu reaksi kocak si bocah. Lihat sisi positifnya. Anak cerdas, ana pintar. Lentur bicara. Persis reporter TV Bola. Ayooo dukung jepo….save jepo….” Demikian Hanafi Holle.

Melalui
sambungan telepon, Media Online Maluku Post berbicara dengan Jefo.  Siswa kelas 3 SMP kelahiran Ambon, 4 Juli
2015 tersebut mengaku, vlog berdurasi 23 detik dan 30 detik itu dibuat pasca gempa.
“Beta
ada di sekolah waktu gempa. Kawan-kawan panik. Jadi beta bikin vlog,” kata Jefo.
Melihat
kepanikan itulah, Jefo mengaku membuat vlog supaya jangan panik.   Dia sendiri tidak punya akun facebook.  Videonya bahkan disiarkan di akun instagram
milik kawannya.
Setelah
semua menjadi viral, Jefo mengaku mendapat kabar bahwa  dirinya akan dipanggil kepala sekolah.  Kabar itu sudah dia dengar persis saat di sekolah
dari wali kelas namun sampai sekarang dia belum menghadap kepala sekolah.  Jefo mengatakan, kalau ke sekolah, dia pasti
menghadap kepala sekolah untuk pertanggungjawabkan apa yang dibuatnya.
Bagaimana
perasaan remaja 14 tahun ini setelah vlog tersebut viral?
“Biasa
saja,” kata Jefo.
Lantaran
orang tuanya sedang berada di Jakarta, maka sepulang sekolah, Jefo langsung
tidur siang.  Jusmawati  Holle, aktivis yang mendampingi Jefo
mengatakan kepada Maluku Post, Jefo berada dalam keadaan baik-baik saja.  Dia hanya sedikit kaget bahwa video yang
dibuatnya menyebar begitu cepat.
Pada akun facebook,
Jusmawati menulis respon terhadap vlog milik Jefo.
“Bt p anak-anak neh ada
batulnya lai, Tidak berpotensi tsunami tapi hanya berpotensi Libur par skolah2
dan kantor2 
😅😅😅 Jepo neh dia cerdas lai
par biking hiburan hari ini par seluruh warga yg ada tegang deng isyu…Supaya
jang stress talalu deng isyu2 tar jelas,” tulis Jusmawati.
Beragam komentar muncul
di akun media sosial.   Pantauan sekilas
terhadap media sosial, mayoritas komentar memberi dukungan kepada Jefo.  Ada satu dua komentator memandang karyanya negatif. 

Sekali lagi soal pro-kontra, Jefo menjawab singkat: Bisa saja!
(MalukuPost/foto crtz jefo
sangadji/jumawati holle

Pos terkait