40 Hari Indonesia di Tengah Tekanan Global: Ujian yang Menguatkan Fondasi Bangsa

AMBON, MalukuPost.com – Berbagai tekanan yang dihadapi Indonesia dalam beberapa pekan terakhir justru menjadi ujian yang memperlihatkan daya tahan dan kekuatan fondasi bangsa. Dalam kurun sekitar 40 hari, Indonesia menghadapi tantangan yang datang dari berbagai arah, mulai dari tekanan ekonomi global, ketidakpastian geopolitik, hingga ancaman di ruang siber.

Akademisi UKIM, Dr. Hobarth Williams Soselisa, S.Sos., M.Si, menilai bahwa situasi tersebut merupakan ujian besar yang sekaligus membuktikan kemampuan Indonesia untuk tetap bertahan dan menjaga stabilitas nasional.

“Negara yang kuat bukanlah negara yang tidak pernah mengalami krisis, melainkan negara yang memiliki kemampuan untuk merespons dan mengelola krisis dengan baik. Apa yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan bahwa fondasi Indonesia cukup kuat menghadapi berbagai tekanan eksternal,” ujar Hobarth, Selasa (16/6/2026).

Menurutnya, kebijakan pemerintah yang mengedepankan langkah terukur dan menghindari konfrontasi berlebihan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Di tengah ketidakpastian global, Indonesia dinilai mampu mempertahankan ketahanan pangan, menjaga pasokan kebutuhan pokok, serta memperkuat kepercayaan pasar terhadap perekonomian nasional.

Ia menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi bangsa tidak hanya berasal dari luar negeri, tetapi juga dari persoalan struktural di dalam negeri. Karena itu, diperlukan persatuan seluruh elemen masyarakat agar berbagai tantangan tersebut dapat dihadapi secara bersama-sama.

“Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar. Tantangan ke depan adalah memastikan seluruh kekayaan tersebut benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat,” katanya.

Dr. Hobarth juga menekankan pentingnya membangun institusi yang kuat, transparan, dan akuntabel agar pembangunan nasional dapat berjalan secara berkelanjutan. Menurutnya, pengelolaan sumber daya yang baik akan menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh komponen bangsa, termasuk generasi muda dan kalangan mahasiswa, untuk menggunakan energi perubahan secara positif melalui gagasan, inovasi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

“Perbedaan pandangan adalah bagian dari demokrasi, tetapi persatuan nasional harus tetap menjadi prioritas. Indonesia akan semakin kuat apabila seluruh anak bangsa memiliki tujuan yang sama, yakni membangun masa depan yang lebih baik bagi seluruh rakyat,” ungkapnya.

Di tengah berbagai tekanan global yang terjadi, Dr. Hobarth Williams Soselisa meyakini Indonesia memiliki modal yang cukup untuk terus tumbuh dan berkembang sebagai negara besar. Menurutnya, berbagai ujian yang dihadapi saat ini justru dapat menjadi momentum untuk memperkuat fondasi bangsa dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat internasional.

“Bangsa ini telah melewati berbagai krisis dalam sejarahnya. Dengan persatuan, kepemimpinan yang kuat, serta semangat gotong royong, Indonesia memiliki kemampuan untuk terus berdiri tegak menghadapi berbagai tantangan zaman,” pungkasnya.

Pos terkait