Ambon, Malukupost.com – Kelompok Bahari Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Maluku Husada, Program Studi (prodi) Ners mengakhiri masa praktek Stase Bahari yang dilakukan di Desa Ureng, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah sejak tanggal 6 Januari 2020.
Penarikan Kelompok Bahari Prodi Ners tersebut, Sabtu (25/1/2020) ditandai dengan penyerahan cinderamata dari Ketua Kelompok Bahari, Vence Mahullete kepada Pejabat pemerintah Negeri Ureng, Wadidi Huath sekaligus dilakukan acara makan bersama di kantor Desa setempat.

Dijelaskan Mahulette, kegiatan praktik klinik telah berlangsung selama 20 hari, setelah pemerintah desa setempat menerima kedatangan mereka tanggal 6 Januari. Kemudian tanggal 8- 10 Januari, mereka mendata warga dan keesokan harinya diadakan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) I bersama masyarakat, perihal hasil pendataan termasuk sejumlah problem yang dialami warga.
“Nah, dari hasil MMD I ini, kami bersama Pemerintah Negeri, Tokoh Masyarakat dan Agama, sepakat memutuskan untuk membuat tiga program kegiatan. Kegiatannya, tentu berkaitan dengan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Vence katakan, program pertama diawali tanggal 18 Januari dengan melakukan bakti di pesisir pantai Negeri Ureng dengan membawa peralatan kebersihan seperti karung dan lainnya, sambil memungut sampah yang ditemui mengotori pesisir pantai.
“Tujuannya agar pantai bersih dari sampah. Dengan begitu, lingkungan akan sehat dan masyarakat akan terhindar dari penyakit,” ujarnya.
Diungkapkan Mahulette, sore harinya usai pembersihan pantai, mereka melanjutkan program kedua yakni penyuluhan kesehatan. Sementara program ketiga, dilaksanakan tanggal 21 Januari dengan melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis di Balai Negeri. Pengobatan tersebut mencakup pengobatan mata, bekerjasama dengan Dokter Ari dari Puskesmas Ureng dan dua dokter lainnya dari Kota Ambon yakni Dokter Mario Huka dan Danets Samallo serta tenaga kesehatan Madona Pattipawae.
“Kegiatan program ketiga, jumlah pasien yang mendapat pelayanan saat itu mencapai 245 orang. Meskipun pendaftaran dan pengobatan masih berlangsung hingga malam hari,” bebernya.
Sementara itu, Pejabat Kepala Pemerintah Desa Negeri Ureng, Wadidi Huath menyambut baik pelaksanaan Praktik Stase Bahari yang dinilai dapat membantu kesehatan masyarakatnya yang didominasi para nelayan. Dan dengan berakhirnya praktik klinik ini, dirinya dan seluruh masyarakat Negeri Ureng mengucapkan banyak terima kasih.
“Atas nama masyarakat, kami sangat senang setelah adik-adik Ners melakukan praktek di desa kami. Dengan dilakukannya praktek ini, semoga masalah-masalah mengenai kesehatan masyarakat nelayan dan kebutuhan kesehatan lainnya dapat teratasi dan terpenuhi secukupnya,” tegasnya.
Huath berharap, kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan di tahun-tahun mendatang.


