Dan Pelaku Perjalanan Asal KKT, Akhirnya Dipulangkan

Para pelaku perjalanan asal Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) bersama Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Malra : Bupati Malra, M. Thaher Hanubun (Ketua), Dandim 1503 Tual, Letkol Inf. Mario C. Noya (Wakil Ketua I), Drs. Mohtar Ingratubun, M.Si (Sekretaris) dan dr. Katrinje Notanubun, M.Kes (Juru Bicara) di Bandara Karel Sadsuitubun Ibra-Langgur, Jumat (17/4/2020).

Langgur, Malukupost.com – Usai menjalani karantina mandiri sementara di lokasi Hotel Langgur selama kurang lebih delapan hari, akhirnya para pelaku perjalanan asal Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dapat kembali ke daerah asal mereka, Jumat (17/4/2020).

Kepastian tersebut disampaikan Juru Bicara Tim Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Malra, dr. Katrinje Notanubun.

“Mereka berjumlah 8 orang yang terdiri dari 2 balita dan 6 orang dewasa,” ujarnya di Langgur, Sabtu (18/4/2020).

dr. Notanubun mengungkapkan, setelah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kominfo dan Dinas Perhubunan KKT, maka disepakati hari Jumat kemarin para pelaku perjalanan tersebut dipulangkan dengan menggunakan jasa transportasi udara.

“Setelah ada kesepakatan, maka pada Jumat pagi sekitar pukul 05.50, mereka telah diberangkatkan dengan pesawat Wings Air menuju Ambon, dan selanjutnya ke Saumlaki karena tidak ada pesawat reguler,” tandasnya.

Dijelaskan dr. Notanubun, sempat mengalami kendala saat check-in karena jumlah bagassi yang berlebihan.

“Memang ada over-bagasi saat itu mengingat mereka ini sebelumnya tiba dengan kapal laut. Setelah saya berkoordinasi dengan pak Bupati, maka pak Bupati bersedia untuk menanggung semua biaya bagasi mereka,” ucapnya.

Terkait dengan kondisi kesehatan mereka, dr. Notanubun yang juga Kepala Dinas Kesehatan setempat, memastikan ke-8 pelaku perjalanan asal KKT tersebut dalam kondisi kesehatan yang baik.

“Saya pastikan kondisi mereka dalam keadaan sehat, dan semoga mereka tiba dengan keadaan selamat, dan melakukan karantina mandiri disana” imbuhnya.

Diketahui, pelaku perjalanan asal KKT yang berjumlah 8 orang tersebut terpaksa harus menjalani karantina mandiri untuk sementara waktu di Malra, karena sebelumnya Pemerintah KKT telah menutup akses pelayanan bagi kapal penumpang milik PT. Pelni untuk sementara tidak menyinggahi pelabuhan Saumlaki. (MP-15)

Pos terkait