Langgur, Malukupost.com – Eratnya pertalian darah/kekeluargaan (asal-usul) antara orang Kei dan Bali, bukan hanya tercatat dalam sejarah (history), namun dibuktikan pula dalam kehidupan sosial kemasyarakatan masyarakat Hindu di Bali.

Dewan Koordinasi Nasional (Dekornas) Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia) yang berkedudukan di Provinsi Bali, membantu para mahasiswa asal Kei yang terkena dampak Pandemi Covid-19 di pulau Dewata tersebut.
Ketua Puskor Hindunesia Wilayah Provinsi Maluku, Sudarma Yamko menjelaskan, ini merupakan fokus perhatian dari Puskor Hindunesia Maluku terhadap mahasiwa Hindu yang ada di Maluku untuk mendorong mereka agar tetap kuliah.
“Anak-anak mahasiswa asal Kei yang ada di Bali itu mereka sudah kuliah sekitar dua tahun yang lalu, dan terkat Pandemi Covid-19 ini, kami sudah menghimbau para mahasiswa yang ada di Bali untuk jangan pulang ke daerah dulu dan tetap berada di tempat masing-masing,” katanya di Langgur, Kamis (28/5).
Yamko mengungkapkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dewan Koordinasi Nasional (Dekornas) yang berkedudukan di Bali.
“Dari hasil koordinasi kami (tingkat provinsi dan nasional), kemudian mereka turun ke wilayah kabupaten/kota di Bali yang ada saudara-saudara kita umat Hindu, baik yang dari Kei, Buru Selatan maupun kabupaten Buru,” tuturnya.
Para mahasiswa Kei yang berada di Bali, tersebar pada beberapa kampus Hindu diantaranya Institut Hindu Darma Negeri Denpasar, Universitas Hindu Indonesia (UNHI) dan juga yang berada di Jakarta
Yamko mengungkapkan, berdasarkan informasi dari Dewan Koordinasi Wiayah (Dekorwil) Provinsi Maluku, maka Ketua Dekornas Puskor Hindunesia, Ida Bagus Susena menaruh perhatian penuh dan turun langsung ke lapangan.
“Informasi yang kami sampaikan ke pimpinan pusat, dengan harapan bahwa mungkin bisa terbantu dengan bantuan yang secukupnya sehingga adik-adik kita mahasiswa ini bisa tercukupi kebutuhan pangannya, karena mereka hidup di daerah rantau dan jauh dari keluarga juga,” tandasnya.
Diakui Yamko, disatu sisi memang muncul dilema yakni diantara menahan mereka agar tidak pulang, dan disi lain juga muncul kesulitan dalam hal keuangan.
Selain itu, jika mereka pulang ke daerah dalam kondisi pandemi Covid-19 ini akan berdampak pada resiko kesehatan.
“Jadi, pertimbangan-pertimbangan itulah sehingga membuat kita tetap menghimbau sesuai arahan dari pemerintah khususnya dan Pemda Malra dan Kota Tual (dalam surat edarannya),” ujarnya.
Untuk itu, Yamko menghimbau kepada seluruh mahasiswa Hindu asal Kei dan dari kabupaten/kota lainnya di Maluku, untuk tetap berada di tempat kuliah masing-masing sambil terus berkoordinasi dengan Puskor atau organisasi Hindu lainnya.
“Dari komunikasi dan informasi tersebut para tim relawan bisa turun langsung dan bisa membantu adik-adik kita mahasiswa yang berada di Bali, agar bisa mengurangi beban hidup mereka,” pungkasnya.
Untuk diketahui, jumlah mahasiswa Kei yang sementara berada (kuliah) di Bali yakni 5 orang dan tersebar di beberapa kota setempat.

